Tekanan Jual Massal Paksa IHSG Menjauh dari Level Psikologis
JAKARTA, BursaNusantara.com– Investor harus bersiap menghadapi volatilitas ekstrem setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhempas ke zona merah dengan tekanan jual yang masif pada penutupan perdagangan hari ini.
Pelemahan signifikan ini menghapus nilai kapitalisasi pasar dalam jumlah besar dan memaksa pelaku pasar untuk mengevaluasi ulang strategi portofolio mereka di tengah sentimen negatif yang mendominasi.
Tekanan Jual Massal Paksa IHSG Menjauh dari Level Psikologis
Bursa Efek Indonesia mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 138,03 poin atau setara 1,89 persen ke level 7.164,09 pada Kamis (26/3/2026) sore.
Kondisi pasar terlihat sangat tertekan dengan catatan 401 saham yang bergerak melemah, sementara hanya 302 saham yang menguat dan 255 saham lainnya stagnan.
Penurunan indeks ini berdampak langsung pada nilai kapitalisasi pasar yang kini menyusut menjadi Rp12.549 triliun di akhir sesi perdagangan.
Aktivitas perdagangan terpantau cukup tinggi dengan frekuensi transaksi mencapai 1,70 juta kali dan total volume perdagangan menyentuh 29,45 miliar lembar saham.
Nilai transaksi yang dibukukan pada sesi II ini mencapai Rp32,09 triliun, mencerminkan adanya pergerakan modal yang dinamis di tengah koreksi indeks.
Mayoritas indeks sektoral terpantau menyerah di zona merah, kecuali sektor transportasi yang justru berhasil menguat sebesar 2,96 persen.
Mengapa Sektor Transportasi Menjadi Anomali di Tengah Koreksi?
Di tengah gempuran aksi jual, sejumlah saham tetap mencatatkan performa gemilang dan masuk dalam jajaran top gainers.
Saham PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) memimpin penguatan dengan kenaikan 34,55 persen ke level harga Rp222 per lembar.
Lonjakan ini diikuti oleh PT Indo Premier Investment Management Tbk (XIFE) yang menguat 33,33 persen ke Rp140 dan PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) yang naik 30,38 persen ke Rp103.
Sebaliknya, tekanan berat dirasakan oleh saham-saham dalam kategori top losers yang mengalami koreksi cukup dalam.
PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) dan PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) keduanya merosot 15 persen, masing-masing ke level Rp2.550 dan Rp68.
PT Indospring Tbk (INDS) juga harus rela melemah 14,90 persen ke posisi Rp434 per lembar saham pada penutupan perdagangan hari ini.
Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












