AgrobisnisBisnis

India Buka Ekspor Gula 1 Juta Ton, Indonesia Setop Impor Gula 2025

129
india buka ekspor gula 1 juta ton indonesia setop impor gula 2025 kompres
India buka ekspor gula 1 juta ton usai surplus stok, sementara Indonesia setop impor gula 2025. Apa dampaknya pada harga gula global?

MUMBAI, BursaNusantara.com – India akhirnya membuka kembali keran ekspor gula sebesar 1 juta ton. Kebijakan ini diumumkan setelah larangan ekspor pada periode 2023-2024 berakhir.

Keputusan tersebut menjadi berita besar di sektor perdagangan internasional, terutama karena Indonesia telah memutuskan untuk tidak mengimpor gula pada tahun 2025.

Surplus Stok Gula Dorong Ekspor India

Menurut laporan Reuters pada Minggu (19/1/2025), India mengambil langkah ini karena surplus stok gula dalam negeri. Stok melimpah tersebut bahkan telah menekan harga gula lokal di India selama satu tahun terakhir.

Pemerintah India berharap ekspor ini dapat mengurangi kelebihan stok domestik dan mengurangi tekanan harga gula lokal.

India dikenal sebagai eksportir gula terbesar kedua di dunia selama lima tahun terakhir hingga 2023, dengan rata-rata ekspor mencapai 6,8 juta ton per tahun.

Pasar utama ekspor India meliputi Indonesia, Bangladesh, dan Uni Emirat Arab (UEA). Namun, ekspor ini sempat dihentikan pada periode 2023-2024 akibat produksi yang menurun.

Sumber dari pemerintah dan industri India menyebutkan bahwa pengumuman resmi terkait ekspor ini akan segera dirilis. Langkah tersebut diyakini akan menambah tekanan pada harga gula global yang saat ini menghadapi penurunan produksi di tengah permintaan yang meningkat.

Produksi gula global diperkirakan berada di bawah tingkat konsumsi untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir.

Indonesia Setop Impor Gula 2025

Sementara itu, Indonesia membuat keputusan besar dengan tidak lagi mengimpor gula pada tahun 2025. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan hal ini dalam berbagai kesempatan, termasuk saat memimpin Rapat Koordinasi Lintas Kementerian dan Pemerintah Daerah di Makassar, Jumat (17/1/2025).

Menurut Zulkifli Hasan, gula menjadi salah satu dari empat komoditas yang tidak lagi diimpor Indonesia, selain beras, garam, dan jagung. Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor.

“Kami memutuskan untuk meningkatkan produksi dalam negeri dan fokus pada pemberdayaan petani lokal. Indonesia harus mandiri dalam memenuhi kebutuhan gula nasional,” ungkap Zulkifli Hasan.

Dampak Kebijakan pada Harga Gula Global

Keputusan India dan Indonesia diyakini akan memberikan dampak besar pada harga gula global. Dengan surplus stok di India dan pengurangan impor oleh Indonesia, dinamika pasar gula dunia diperkirakan akan mengalami perubahan signifikan.

Analis pasar menyebutkan bahwa ekspor besar-besaran dari India dapat menekan harga gula internasional dalam jangka pendek. Namun, dengan produksi global yang lebih rendah dari konsumsi, tekanan harga ini diperkirakan tidak akan bertahan lama.

“Harga gula global kemungkinan akan tetap fluktuatif, terutama karena pasar menyesuaikan diri dengan kebijakan baru dari kedua negara ini,” kata seorang analis komoditas internasional.

India dan Indonesia dalam Perdagangan Gula

India dan Indonesia memiliki hubungan erat dalam perdagangan gula selama bertahun-tahun. Sebagai salah satu konsumen gula terbesar di dunia, Indonesia sebelumnya mengandalkan impor dari India untuk memenuhi kebutuhan domestiknya. Namun, dengan kebijakan baru ini, Indonesia mulai fokus pada pengembangan industri gula lokal.

Di sisi lain, keputusan India untuk membuka kembali ekspor memberikan peluang bagi pasar internasional yang kekurangan pasokan gula. Dengan produksi gula global yang menurun, langkah India dapat menjadi solusi sementara bagi negara-negara yang membutuhkan gula impor.

India Buka Ekspor Gula 1 Juta Ton, Indonesia Setop Impor Gula 2025

Keputusan India untuk mengekspor 1 juta ton gula dan langkah Indonesia untuk menghentikan impor gula pada 2025 menunjukkan dinamika perdagangan internasional yang terus berkembang. Kebijakan ini mencerminkan prioritas masing-masing negara dalam mengelola pasokan dan kebutuhan domestik.

Pasar global akan terus memantau dampak dari kebijakan ini, terutama terkait perubahan harga gula internasional. Dengan produksi yang lebih rendah dari konsumsi global, langkah kedua negara ini menjadi sorotan utama dalam perdagangan gula dunia.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version