Geser Kebawah
PasarSaham

Indofood (INDF) Catat Laba Rp2,72 T Kinerja ICBP Ikut Moncer

177
×

Indofood (INDF) Catat Laba Rp2,72 T Kinerja ICBP Ikut Moncer

Sebarkan artikel ini
Indofood (INDF) Catat Laba Rp2,72 T Kinerja ICBP Ikut Moncer
Indofood dan ICBP bukukan lonjakan laba kuartal I-2025. INDF tumbuh 11,2%, ICBP naik 12,95%. Apa strategi di balik performa positif ini?

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membuka tahun 2025 dengan catatan manis. Emiten konsumer andalan Grup Salim ini membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp2,72 triliun pada kuartal I-2025, meningkat 11,20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan laba ini turut didorong oleh peningkatan penjualan neto sebesar 2,48% secara tahunan, dari sebelumnya Rp30,79 triliun menjadi Rp31,55 triliun.

Sponsor
Iklan

Dalam pernyataan resminya, Direktur Utama sekaligus CEO Anthoni Salim menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga stabilitas bisnis.

Indofood akan terus mengupayakan pertumbuhan organik yang berkelanjutan, tanpa mengabaikan profitabilitas serta kesehatan neraca keuangan.

Lonjakan Pendapatan Operasional

Selain dari penjualan utama, Indofood juga mencatat penghasilan operasi lain senilai Rp1 triliun, melonjak signifikan 87,22% dibandingkan tahun lalu. Lonjakan ini turut mendorong laba usaha perusahaan menjadi Rp6,92 triliun.

Kontribusi dari entitas anak juga menjadi faktor penguat. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), yang merupakan lini bisnis produk konsumen kemasan, juga mencatat kinerja impresif.

Kinerja Solid ICBP Dorong Konsolidasi Positif

ICBP mencetak laba bersih sebesar Rp2,65 triliun, naik 12,95% YoY dari Rp2,35 triliun. Dari sisi pendapatan, penjualan neto ICBP mencapai Rp20,18 triliun, tumbuh 1,32% dibandingkan kuartal I-2024.

Kinerja positif ICBP memperkuat laporan konsolidasi INDF secara keseluruhan. Stabilitas daya beli konsumen domestik serta strategi harga dan distribusi dinilai menjadi kunci utama pencapaian ini.

Dengan tren positif di awal tahun, pelaku pasar akan menanti apakah laju pertumbuhan ini mampu terus dipertahankan di tengah dinamika ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.