Geser Kebawah
Ekonomi Makro

Indonesia Lanjutkan Perundingan Dagang Putaran Kedua dengan AS

63
×

Indonesia Lanjutkan Perundingan Dagang Putaran Kedua dengan AS

Sebarkan artikel ini
Indonesia Lanjutkan Perundingan Dagang Putaran Kedua dengan AS
Pekan depan, Indonesia kirim delegasi ke Washington DC untuk negosiasi dagang putaran kedua dengan Amerika Serikat.

Indonesia Perkuat Akses Pasar lewat Negosiasi Dagang dengan AS

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pemerintah Indonesia akan melanjutkan perundingan dagang putaran kedua dengan Amerika Serikat pada pekan depan di Washington DC.

Langkah ini diambil sebagai respons atas pengenaan tarif impor oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Sponsor
Iklan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa negosiasi ini adalah bagian dari strategi besar Indonesia dalam memperluas akses pasar global.

Delegasi Indonesia Bergerak ke Washington

Dalam konferensi pers virtual pada Rabu (4/6), Airlangga menyatakan bahwa delegasi Indonesia segera bertolak ke Washington DC. Mereka akan terlibat langsung dalam pembahasan lanjutan agenda perundingan dagang.

“Putaran kedua ini akan segera dilakukan minggu depan,” ujarnya. Airlangga menekankan pentingnya hasil negosiasi bagi kepentingan nasional.

Dokumen Indonesia Apresiasi AS

Airlangga mengungkapkan bahwa dokumen penting telah diserahkan kepada Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR). Dokumen tersebut mendapat apresiasi langsung dari perwakilan AS, Jameson Greer.

Pertemuan sebelumnya berlangsung di sela-sela forum OECD. Momen tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat kepercayaan diplomatik dalam proses negosiasi lanjutan.

Isu Strategis Jadi Sorotan Perundingan

Putaran pertama perundingan telah mencakup isu krusial, seperti tarif perdagangan, hambatan non-tarif, perdagangan digital, hingga isu keamanan ekonomi.

Airlangga menambahkan bahwa pemerintah terus mengedepankan penyelesaian konkrit yang berorientasi pada kepentingan nasional.

“Tentu kita berharap hasilnya nanti akan optimal terhadap perdagangan Indonesia ke pasar global termasuk ke AS,” tutupnya penuh optimisme.