JAKARTA, BursaNusantara.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyoroti besarnya peluang migas yang belum tergarap di Indonesia. Hingga kini, terdapat sekitar 60 cekungan minyak dan gas bumi (migas) yang masih menanti untuk dieksplorasi lebih lanjut.
Koordinator Pengawasan Eksplorasi Migas Ditjen Migas, Yulianto, menyebut bahwa kekayaan alam Indonesia masih menyimpan cadangan energi yang signifikan. Puluhan basin tersebut tersebar di berbagai wilayah, namun belum tersentuh aktivitas eksploratif secara optimal.
Lebih dari Setengah Cekungan Belum Tereksplorasi
Data yang dihimpun dari SKK Migas menunjukkan bahwa dari total 128 basin migas di Indonesia, 65 di antaranya masih berstatus unexplored.
Kepala Divisi Prospektivitas Migas dan Manajemen Data Wilayah Kerja SKK Migas, Asnidar, menjelaskan bahwa ini berarti lebih dari 50% potensi belum digarap.
“Dari 128, masih ada 65 basin yang belum tereksplorasi. Itu peluang yang sangat besar bagi pengembangan energi nasional,” ujarnya.
Produksi Masih Terbatas di 20 Cekungan
Hingga saat ini, hanya 20 basin yang telah berproduksi secara komersial. Selain itu, 27 lainnya tercatat sebagai discovery, namun belum masuk tahap pengembangan aktif.
Jika digabungkan, hanya 47 basin atau sekitar 37% yang sudah masuk dalam tahap produksi atau penemuan.
Menurut Asnidar, angka ini tidak banyak berubah dalam satu dekade terakhir. Namun, ada optimisme perubahan akan terjadi dengan masuknya proyek-proyek besar seperti Masela.
“Masela onstream nanti jadi momentum penting, karena akan menambah jumlah basin produksi,” tegasnya.
Harapan dan Tantangan Eksplorasi
Potensi besar itu, menurut Asnidar, harus dijawab dengan langkah konkret. Pemerintah dan pelaku industri migas hulu perlu mempercepat mobilisasi eksplorasi dan investasi di sektor ini.
“Peluangnya ada, dan kami tetap optimis. Tapi tantangannya juga nyata, termasuk mendorong eksplorasi aktif di basin-basin baru,” tutupnya dengan nada penuh harap.











