JAKARTA, BursaNusantara.com – Indonesia resmi bergabung menjadi anggota penuh kelompok ekonomi BRICS, yang meliputi Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Keanggotaan ini diumumkan pada 6 Januari 2025 oleh Pemerintah Brasil, yang memegang presidensi BRICS tahun ini. Bergabungnya Indonesia ke BRICS membawa peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dalam mendiversifikasi mitra dagang dan investasi.
Potensi Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi
Menurut Guru Besar Ilmu Ekonomi Moneter Universitas Indonesia, Telisa Aulia Falianty, keanggotaan Indonesia di BRICS diprediksi dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,3%. “Jika target pertumbuhan 5% tercapai, tambahan 0,3% dari BRICS bisa membawa kita ke 5,3%,” ujarnya.
BRICS, yang kini mencakup 40% populasi dunia dan 35% produk domestik bruto (PDB) global, memungkinkan Indonesia memperluas pasar ke negara-negara nontradisional seperti Afrika dan Timur Tengah. Selain itu, kerja sama dengan anggota BRICS seperti China dan India memberikan akses lebih besar pada pasar strategis.
Sentimen Positif di Pasar Keuangan
Pengumuman keanggotaan Indonesia di BRICS langsung memicu penguatan nilai tukar rupiah di pasar. Hal ini mencerminkan sentimen positif terhadap prospek ekonomi Indonesia di kancah internasional.
Tantangan Perang Dagang
Meski memberikan peluang, keanggotaan di BRICS juga menghadirkan tantangan. Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan berencana menaikkan tarif impor untuk produk-produk dari negara anggota BRICS.
Namun, Utusan Khusus Presiden Bidang Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral, Mari Elka Pangestu, menegaskan bahwa diplomasi Indonesia yang menganut politik bebas aktif dapat menjaga hubungan baik dengan semua pihak, termasuk AS.
Peluang Diplomasi Global
Sebagai anggota BRICS, Indonesia memiliki peran strategis sebagai jembatan antara negara berkembang dan negara maju. Keanggotaan ini juga melengkapi proses aksesi Indonesia ke Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), yang memiliki anggota utama seperti Amerika Serikat.
Peluang Investasi dan Perdagangan Baru
Melalui BRICS, Indonesia dapat meningkatkan kerja sama ekonomi dengan negara-negara potensial seperti Uni Emirat Arab, India, dan Rusia. Langkah ini penting untuk menghadapi dinamika ekonomi global, termasuk potensi perlambatan di negara-negara maju.
Keanggotaan penuh Indonesia di BRICS bukan hanya peluang untuk memperluas pasar dan meningkatkan investasi, tetapi juga tantangan untuk memperkuat posisi dalam diplomasi global. Dengan strategi yang tepat, Indonesia dapat memaksimalkan manfaat ekonomi dari keanggotaan ini tanpa mengorbankan hubungan bilateral dengan negara lain.











