PasarSaham

Indosat ISAT Umumkan Komisaris Baru, Harga Saham Terkoreksi

82
Indosat ISAT Umumkan Komisaris Baru, Harga Saham Terkoreksi
RUPST Indosat ISAT tunjuk Nezar Patria sebagai Komisaris Utama, saham terkoreksi 2,79% di tengah tekanan distribusi broker asing.

Nezar Patria Pimpin Komisaris Indosat, Saham Tertekan Tekanan Jual

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (IDX: ISAT) mengumumkan pergantian jajaran komisaris dan direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2024, yang digelar pada Rabu, 28 Mei 2025.

Keputusan signifikan ini menetapkan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, sebagai Komisaris Utama baru.

Selain Nezar, Syed Bilal Kazmi juga ditunjuk sebagai Direktur menggantikan Ritesh Kumar Singh yang resmi mengundurkan diri per 31 Juli 2025.

Indosat menyampaikan bahwa pengangkatan ini merupakan bagian dari strategi memperkuat transformasi digital dan tata kelola perusahaan.

Baca Juga: Wamen Nezar Patria Jadi Komut ISAT, Struktur Baru Warnai Arah Tata Kelola

Susunan Baru Komisaris & Direksi

Perubahan ini menjadikan struktur komisaris lebih bervariasi, melibatkan tokoh-tokoh strategis dari sektor teknologi, telekomunikasi, dan pemerintahan.

Komisaris Utama dan Wakil:

  • Komisaris Utama: Nezar Patria
  • Wakil Komisaris Utama: Aziz Ahmad M Aluthman Fakhroo, Fok Kin Ning Canning

Komisaris:

Ahmad Abdulaziz A A AL Neama, Rene Heinz Werner, Woo Chiu Man Cliff, Cheung Kwan Hoi, Efthymios Tsokanis, Sugito Waluyo, Achmad Syah Reza

Komisaris Independen:

Elisa Lumbantoruan, Wijayanto, Hernando, Rudiantara, Ajay Bahri

Baca Juga: Ray Dalio Mundur dari Danantara! Investasi Strategis Berpindah ke China

Direksi:

  • Direktur Utama: Vikram Sinha
  • Direktur Baru: Syed Bilal Kazmi
  • Lainnya: Lee Chi Hung, Muhammad Buldansyah, Irsyad Sahroni, Ahmad Zulfikar, Cheung Kwok Tung

Tekanan Jual Menekan Saham ISAT

Di tengah kabar aksi korporasi tersebut, saham ISAT justru ditutup melemah 2,79% ke level Rp2.090. Dari grafik harian yang diamati, terlihat pola koreksi teknikal seiring tekanan jual dari broker besar asing.

Menurut Mohamad Ali, Analis Pasar Saham Senior dari BursaNusantara.com, pergerakan ini menandai fase distribusi jangka pendek pasca reli sejak awal Mei.

Indosat ISAT Umumkan Komisaris Baru, Harga Saham Terkoreksi

“Candlestick 28 Mei membentuk pola bearish engulfing dengan volume tinggi. Ini merupakan sinyal teknikal kuat bahwa pelaku pasar, khususnya institusi asing, mulai melakukan profit taking di dekat area resistance Rp2.200–2.230,”
ujar Mohamad Ali.

Teknikal: Mulai Terkoreksi dari Overbought

Grafik harian ISAT menunjukkan peringatan awal pelemahan:

  • RSI (14): Turun ke 61 dari area overbought
  • MACD: Histogram mengecil, menunjukkan momentum melandai
  • Volume: Tinggi, namun dominasi penjualan → sinyal distribusi
  • Bollinger Bands: Harga turun dari upper band → potensi pullback ke area tengah BB (Rp2.000–2.050)

Dari sisi Broker Summary, terlihat dominasi penjualan oleh broker AK, KZ, DR, BK, dan CC. Total net sell asing mencapai Rp20,32 miliar dengan distribusi kuat dari 7 broker versus 21 broker pembeli.

“Distribusi besar oleh broker asing, dengan rasio akumulasi distribusi negatif, memperkuat dugaan bahwa penurunan harga bukan hanya koreksi wajar tetapi kemungkinan awal dari fase konsolidasi harga,” jelas Mohamad Ali.

Valuasi dan Dividen Masih Menarik

Meskipun tekanan teknikal muncul, fundamental ISAT tetap solid:

  • Dividend Yield: 3,21% → menarik bagi investor income
  • PBV: 1,50 → valuasi relatif rendah untuk sektor defensif
  • EPS (TTM): Rp98,5 → kinerja masih positif
  • Debt to Equity Ratio (DER): 1,50 → struktur keuangan aman

Outlook Jangka Pendek dan Strategi Investor

“Selama ISAT bertahan di atas Rp2.050, investor jangka panjang masih dapat mempertimbangkan akumulasi bertahap di bawah Rp2.100. Namun jika tembus Rp2.000, potensi koreksi bisa mencapai area support kuat Rp1.975,” pungkas Mohamad Ali.

Saham ISAT tetap menjadi incaran investor institusional dan ritel jangka panjang, seiring prospek pertumbuhan ekosistem digital yang didukung kebijakan transformasi dan regulasi pemerintah.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version