Geser Kebawah
Ekonomi Makro

Inflasi Mei 2025 Stabil, Ancaman Tarif Jasa Mulai Terlihat

82
×

Inflasi Mei 2025 Stabil, Ancaman Tarif Jasa Mulai Terlihat

Sebarkan artikel ini
Inflasi Mei 2025 Stabil, Ancaman Tarif Jasa Mulai Terlihat
Inflasi Mei 2025 tetap rendah di 0,02% mtm, namun tekanan tarif jasa dan utilitas mulai memberi sinyal kewaspadaan ke depan.

Inflasi Terkendali, Sektor Jasa Mulai Menunjukkan Tekanan

JAKARTA, BursaNusantara.com – Stabilnya inflasi Indonesia pada Mei 2025 memberi ruang optimisme di tengah potensi tekanan harga dari sisi jasa dan utilitas.

Berdasarkan prediksi Ekonom Bank Danamon, Hosianna Evalita Situmorang, inflasi bulanan hanya mencapai 0,02% (mtm), sedangkan secara tahunan diperkirakan berada di level 2% (yoy).

Sponsor
Iklan

Harga Pangan Stabil Pasca Lebaran

Inflasi yang tetap rendah mencerminkan keberhasilan menjaga kestabilan pasokan pangan pokok pasca momentum Lebaran.

Menurut Hosianna, ketersediaan beras, gula, dan minyak goreng menjadi penopang utama terkendalinya harga-harga kebutuhan dasar masyarakat.

Tekanan Jelang Iduladha Masih Ringan

Kenaikan harga daging ayam dan telur yang lazim terjadi menjelang Iduladha masih terpantau terbatas sepanjang Mei.

Hal ini ditopang oleh distribusi logistik yang berjalan lancar sehingga gejolak harga di pasar tetap teredam.

Administered Prices Mulai Bergerak

Meski inflasi bulanan masih rendah, beberapa penyesuaian tarif mulai memberi dampak pada inflasi tahunan, khususnya dari komponen jasa.

Penyesuaian tarif air PAM, listrik nonsubsidi di sejumlah wilayah, serta lonjakan tarif transportasi antar kota dan penerbangan menjelang liburan sekolah memberi kontribusi tambahan terhadap inflasi tahunan.

Inflasi Inti Didorong PPN dan Layanan Publik

Inflasi inti pada Mei 2025 diperkirakan sebesar 2,51% (yoy), dipicu oleh kenaikan PPN 12% yang telah berlangsung sejak awal tahun.

Sektor pendidikan, layanan kesehatan, hingga perhotelan mulai menunjukkan tren kenaikan harga secara perlahan namun konsisten.

Emas dan Nilai Tukar Menambah Tekanan

Kelompok barang tahan lama turut mengalami tekanan ringan akibat harga emas perhiasan yang masih tinggi.

Fenomena ini dipengaruhi kombinasi harga global logam mulia dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Waspadai Tren Semester Kedua 2025

Hosianna menekankan pentingnya mencermati tekanan inflasi dari sisi jasa dan tarif publik pada paruh kedua tahun ini.

Jika penyesuaian harga terus berlanjut, inflasi bisa bergerak keluar dari target Bank Indonesia, memaksa otoritas untuk kembali menyesuaikan kebijakan moneter.