Ekonomi MakroHeadlineKomoditasPasar

Inflasi November Naik 0,3%, Bawang Merah dan Tomat Jadi Penyumbang Utama

175
inflasi november naik 0,3%, bawang merah dan tomat jadi penyumbang utama
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada November 2024 mencapai 0,3%. Kenaikan inflasi didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, terutama komoditas bawang merah dan tomat.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa tingkat inflasi pada November 2024 mencapai 0,3%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, namun masih berada dalam batas toleransi Bank Indonesia.

“Inflasi pada November 2024 didorong oleh kenaikan harga pada beberapa komoditas, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, Senin (2/12/2024).

Bawang Merah dan Tomat Jadi Penyumbang Utama

Komoditas yang paling memberikan kontribusi terhadap kenaikan inflasi adalah bawang merah dan tomat. Kenaikan harga kedua komoditas ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti gangguan pasokan akibat cuaca ekstrem dan peningkatan permintaan menjelang akhir tahun.

Selain bawang merah dan tomat, komoditas lain yang juga memberikan andil terhadap inflasi antara lain daging ayam ras, minyak goreng, bawang putih, ikan segar, sigaret kretek mesin, tarif angkutan udara, dan kopi bubuk.

Inflasi Spasial

Secara spasial, 33 provinsi di Indonesia mengalami inflasi pada bulan November 2024, sedangkan 5 provinsi lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Papua, mencapai 1,41%, sementara deflasi terdalam terjadi di Sulawesi Barat, sebesar 0,17%.

Analisis Komponen Inflasi

  • Komponen Inti: Inflasi komponen inti mencapai 0,17%, didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan, minyak goreng, dan kopi bubuk.
  • Komponen Diatur Pemerintah: Inflasi komponen diatur pemerintah mencapai 0,12%, dengan kontribusi utama dari kenaikan harga sigaret kretek mesin dan tarif angkutan udara.
  • Komponen Bergejolak: Inflasi komponen bergejolak mencapai 1,07%, didorong oleh kenaikan harga bawang merah, daging ayam ras, bawang putih, dan ikan segar.

Outlook Inflasi

BPS memperkirakan bahwa inflasi pada bulan-bulan mendatang akan tetap terkendali. Namun, pemerintah dan bank sentral perlu tetap waspada terhadap potensi tekanan inflasi yang berasal dari faktor global, seperti kenaikan harga energi dan komoditas pangan dunia.

Implikasi Kebijakan

Kenaikan inflasi pada November 2024 menjadi perhatian bagi Bank Indonesia. Bank sentral akan terus memantau perkembangan inflasi dan melakukan langkah-langkah kebijakan yang diperlukan untuk menjaga stabilitas harga. YouTube video player

Kenaikan inflasi pada November 2024 didorong oleh kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan. Pemerintah dan bank sentral perlu terus bekerja sama untuk menjaga stabilitas harga dan memperkuat daya beli masyarakat.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version