OJK Dorong Spin-Off, Dua Bank Syariah Baru Segera Meluncur
JAKARTA, BursaNusantara.com – Industri perbankan syariah nasional akan segera kedatangan dua pemain besar baru yang lahir dari proses spin-off unit usaha syariah (UUS).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan langkah ini akan memperkuat ekosistem keuangan syariah sesuai amanat Undang-Undang P2SK.
Dua entitas baru tersebut akan memiliki aset yang signifikan, meski belum menyaingi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI/BRIS) yang telah mencapai aset Rp 400 triliun pada tahun 2024.
“Untuk yang skala cukup besar, memang belum sebesar BSI. Tapi dua bank ini akan menyusul dalam waktu dekat,” ujar Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner OJK dalam Sarasehan Ekonom Islam Indonesia, Kamis (15/5/2025).
Baca Juga: BTN Syariah Raup Laba Rp199 M Jelang Spin-Off BUS
Arah Baru Penguatan Ekosistem BUS
Meski belum mengungkap nama secara resmi, Mahendra menegaskan bahwa proses spin-off sedang difinalisasi.
Satu bank ditargetkan meluncur dalam waktu dekat, sementara satu lagi menyusul tak lama kemudian.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar dalam memperluas akses keuangan syariah di Indonesia.
Tujuannya bukan hanya menambah jumlah bank umum syariah (BUS), melainkan memastikan entitas baru memiliki kapasitas besar dalam aset dan cakupan layanan.
Baca Juga: BTN Bagikan Dividen Rp 751,8 Miliar, Setara 25% Laba Bersih
“Kita tidak ingin menambah BUS kecil-kecil yang tidak berdampak besar terhadap akses dan aset industri syariah nasional,” tegas Mahendra.
BTN dan CIMB Niaga Disorot sebagai Kandidat
Salah satu proses spin-off yang tengah berjalan adalah milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN/BBTN.
BTN menargetkan spin-off BTN Syariah rampung di kuartal III 2025 setelah mengakuisisi PT Bank Victoria Syariah (BVIS).
Rencana selanjutnya, BTN Syariah akan digabungkan dengan BVIS untuk membentuk bank umum syariah penuh.
Baca Juga: BTN Catat Laba Turun 15%, Pertumbuhan Kredit Stagnan
Di sisi lain, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) juga tengah menyiapkan PT Bank CIMB Niaga Syariah melalui kerja sama dengan PT Commerce Kapital.
Operasi penuh CIMB Niaga Syariah dijadwalkan mulai berjalan pada 4 Mei 2026.
Langkah keduanya dinilai sebagai inisiatif strategis dalam memenuhi ketentuan UU P2SK serta memperluas kontribusi sektor syariah dalam perekonomian nasional.
70 Asuransi Syariah Baru Siap Diluncurkan
Tak hanya sektor perbankan, Mahendra juga menyoroti potensi besar di sektor asuransi syariah. Menurutnya, hingga tahun 2026, akan ada sekitar 70 spin-off dari perusahaan asuransi konvensional ke dalam entitas syariah.
Baca Juga: BTN Rampungkan Akuisisi BVIS, BTN Syariah Siap Jadi Bank Umum Syariah
Meski aset asuransi syariah saat ini masih jauh lebih kecil dibanding perbankan, peningkatan jumlah pelaku diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan syariah.
“Spin-off asuransi ini harus diarahkan pada pembentukan entitas yang kuat secara aset dan layanan. Bukan hanya penambahan jumlah tetapi kecil-kecil semua,” tambah Mahendra.
Upaya ini menjadi bagian dari roadmap besar penguatan industri keuangan syariah nasional, yang tengah bertransformasi menuju fase konsolidasi dan ekspansi berbasis daya saing.
Lewat spin-off berskala besar, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar, tapi juga pemain utama dalam industri keuangan syariah global.











