Innova Pertahankan Tahta di Tengah Pasar Melemah
JAKARTA, BursaNusantara.com – Toyota Kijang Innova kembali membuktikan dominasinya di pasar otomotif nasional dengan menguasai penjualan Juli 2025, meski industri tengah tertekan oleh penurunan penjualan wholesales tahunan yang cukup tajam.
Penjualan Innova, baik varian Zenix maupun Reborn, menembus 4.311 unit, menempatkannya jauh di atas para pesaing, termasuk Toyota Avanza yang berada di posisi kedua dengan 3.348 unit.
Peringkat ketiga ditempati Daihatsu Gran Max Pick Up dengan 3.175 unit, disusul LCGC Daihatsu Sigra 2.951 unit dan Toyota Calya 2.525 unit, menandakan segmen hemat masih punya daya tarik besar.
Mobil niaga ringan Suzuki Carry Pick Up dan SUV Toyota Rush berbagi angka penjualan sama, masing-masing 2.400 unit, diikuti Honda Brio (2.267 unit), Suzuki Fronx (2.197 unit), dan Mitsubishi Xpander termasuk Xpander Cross (1.999 unit).
Jika dibandingkan Juni 2025, pasar menunjukkan sedikit pemulihan dengan kenaikan 4,8% dari 57.799 unit menjadi 60.552 unit, namun secara tahunan penurunan mencapai 18,4% dari 74.230 unit pada Juli 2024.
Dominasi MPV di Puncak Klasemen
Kemenangan Innova menegaskan bahwa segmen MPV masih menjadi primadona keluarga Indonesia. Perubahan tren desain dan fitur pada Zenix, serta ketahanan nama besar Reborn, menjadi kombinasi kuat yang sulit ditandingi.
Toyota Avanza yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai “mobil sejuta umat” kini harus mengakui posisi saudaranya di atas, meski masih mencatat penjualan sehat.
Sementara itu, keberadaan Daihatsu Gran Max Pick Up di posisi ketiga mencerminkan peran vital kendaraan niaga dalam menopang pergerakan sektor UMKM, meski pasar otomotif secara keseluruhan sedang melemah.
Pergeseran Peta Persaingan
Data juga menunjukkan adanya pergeseran peringkat dari bulan sebelumnya. Pada Juni 2025, Innova mencatat penjualan lebih tinggi, yakni 4.814 unit, sementara Gran Max Pick Up dan Sigra menduduki posisi dua dan tiga.
Namun Juli 2025 membawa Avanza naik ke peringkat dua, menyalip Gran Max yang kini turun satu tingkat. Honda Brio juga harus puas di posisi delapan, turun dari lima besar bulan sebelumnya.
Menariknya, Denza D9 yang sempat mencuri perhatian di Juni 2025 dengan 1.768 unit, kini hilang dari daftar 10 besar, menunjukkan pasar mobil listrik premium masih fluktuatif.
Pasar Masih Uji Ketahanan
Penurunan wholesales tahunan yang cukup tajam menjadi sinyal peringatan bagi pelaku industri. Kombinasi faktor suku bunga, daya beli masyarakat, dan strategi peluncuran model baru akan menjadi penentu arah pasar di sisa 2025.
Bagi merek papan atas seperti Toyota, Daihatsu, hingga Suzuki, konsistensi penjualan di tengah tekanan pasar akan menjadi kunci mempertahankan posisi dalam peta persaingan yang terus berubah.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











