Investor Asing Borong Saham, IHSG Tembus 7.100
JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level psikologis 7.100 pada Jumat (16/5), didorong oleh derasnya aliran dana dari investor asing.
Dalam perdagangan harian, asing mencatatkan net buy senilai Rp 528,85 miliar, sementara dalam sepekan nilai pembelian bersih tembus Rp 1,38 triliun.
Kenaikan mingguan IHSG sebesar 2,60% terjadi seiring menguatnya sentimen eksternal, terutama meredanya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China.
Baca Juga: IHSG Terus Koreksi, Investor Asing Borong Saham Ini
Head of Equity Research BRI Danareksa, Erindra Krisnawan menyebut bahwa de-eskalasi geopolitik global memicu rotasi aset ke emerging market, termasuk Indonesia.
Ia menekankan bahwa pasar domestik tetap kompetitif dengan proyeksi pertumbuhan EPS 4% dan valuasi PE sebesar 11,8 kali.
Ia juga menyoroti kepastian manajemen Danantara serta konsistensi kinerja bank BUMN yang menjadi penopang sentimen positif kuartal II ini.
Erindra menambahkan, peran buyback saham dan pembagian dividen oleh emiten besar juga mendorong peningkatan kepercayaan investor terhadap ketahanan fundamental pasar modal Indonesia.
Baca Juga: Harga Emas Cetak Rekor US$ 3.500 lalu Anjlok 1%
Sinyal Anomali, “Sell in May” Tak Berlaku Tahun Ini
VP Marketing Strategy Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi menilai bahwa penguatan IHSG pada Mei 2025 menjadi anomali yang menarik. Tahun sebelumnya, pasar terkoreksi cukup dalam, namun kali ini situasinya berbeda.
“Dengan valuasi yang lebih rendah usai tekanan kuartal I dan didukung laporan kinerja yang resilient, saham blue chip berhasil rebound,” ujarnya.
Ia memperkirakan IHSG berpotensi ditutup menguat pada akhir Mei. Dalam skenario optimistis, indeks bisa menyentuh 7.225–7.250. Sedangkan dalam skenario pesimistis, IHSG tetap menjaga posisi di rentang 6.950–7.000.
Sementara itu, Associate Director Pilarmas Investindo, Maximilianus Nico Demus, menyampaikan bahwa tren naik IHSG bisa bertahan jika kondisi global tetap kondusif.
Meski demikian, ia mengingatkan investor untuk waspada terhadap volatilitas mendadak yang bisa muncul dari perubahan sentimen. Secara teknikal, IHSG dinilai mendekati titik jenuh, dan koreksi dalam jangka pendek bisa terjadi.
Arah Investasi Bergeser ke Saham Fundamental Kuat
Dalam strategi alokasinya, investor asing mulai memburu saham-saham dengan fundamental solid dan prospek pertumbuhan berkelanjutan.
“Fokus mereka saat ini adalah saham perbankan seperti BMRI dan BBNI yang menunjukkan kinerja sehat dan potensi yield menarik,” kata Audi. Target harga masing-masing adalah Rp 5.450 untuk BMRI dan Rp 4.480 untuk BBNI.
Audi juga menyarankan beli BREN di harga Rp 8.000, serta BBCA dan TLKM sebagai saham unggulan yang masih potensial ditopang likuiditas tinggi dan posisi dominan di sektornya.
Erindra menambahkan bahwa sektor konsumer tetap menjanjikan, terutama menjelang stimulus fiskal pemerintah. Ia merekomendasikan beli ICBP dan KLBF masing-masing di Rp 14.000 dan Rp 1.800.
Momentum Jangka Pendek: Dividen & Penurunan Suku Bunga
Arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia juga ikut menentukan minat investor. Pasar berharap BI menurunkan suku bunga acuan seiring dengan perlambatan inflasi dan perlunya dukungan terhadap pertumbuhan.
Selain itu, musim pembagian dividen tahun ini menjadi pemicu tambahan bagi aksi beli investor institusi, termasuk asing. Saham-saham dengan rasio pembayaran dividen tinggi dan fundamental kuat dipandang sebagai peluang meraih yield optimal.
Dengan pendekatan taktis dan analisis sektor yang cermat, investor asing tampaknya telah memetakan area defensif yang tetap tumbuh, terutama pada masa transisi pemerintahan dan potensi stimulus baru.
Jika tren net buy berlanjut dalam dua pekan ke depan, potensi breakout IHSG ke level tertinggi tahun ini kian terbuka. Pasar pun menanti apakah strategi “hold and accumulate” investor asing akan berlanjut di semester kedua.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.






