Geser Kebawah
PasarSaham

Investor Asing Borong Saham NINE, Siap Ambil Alih Mayoritas?

172
×

Investor Asing Borong Saham NINE, Siap Ambil Alih Mayoritas?

Sebarkan artikel ini
Investor Asing Borong Saham NINE, Siap Ambil Alih Mayoritas
Poh Holdings serap 250 juta saham NINE dan bersiap akuisisi 70% saham perseroan. Sinyal kuat kepercayaan investor asing terhadap prospek bisnis Techno9 Indonesia.

Aksi Serap Saham dan Rencana Akuisisi oleh Poh Holdings

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Techno9 Indonesia Tbk. (NINE) kembali jadi sorotan setelah Poh Holdings Pte Ltd meningkatkan kepemilikan sahamnya secara signifikan.

Pada Rabu (23/7), Poh Holdings menyerap tambahan 250 juta saham NINE dengan harga Rp19 per saham, menggelontorkan dana sebesar Rp4,75 miliar dalam aksi korporasi tersebut.

Sponsor
Iklan

Setelah transaksi ini, kepemilikan Poh Holdings melonjak dari sebelumnya hanya 5,1 persen menjadi 16,7 persen atau setara 360.007.000 saham dari total saham yang beredar.

Direktur Utama NINE, Nuzwan Gufron, menyebut bahwa pembelian tersebut merupakan bagian dari strategi investasi jangka panjang dengan status kepemilikan langsung.

Manajemen NINE menegaskan aksi ini tidak mengubah struktur pengendalian perusahaan dan tidak berdampak pada kegiatan operasional maupun kelangsungan bisnis.

Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi pasar terkait potensi pergeseran kendali manajemen dalam waktu dekat.

Rencana Akuisisi 70 Persen oleh Poh Group

Di balik aksi beli tersebut, NINE juga mengungkap rencana akuisisi lanjutan oleh Poh Group yang akan mengambil alih hingga 70 persen saham perseroan.

Harga akuisisi ditetapkan tetap di angka Rp19 per saham, dan total nilai transaksi diperkirakan menyentuh Rp28 miliar.

Saham yang akan dilepas berasal dari para pemegang saham utama saat ini, termasuk Noprian yang memegang 12 persen dan Heddy Kandou yang menggenggam 51,95 persen.

Beberapa pemegang saham minoritas lainnya juga disebut akan melepas sebagian kepemilikannya dalam proses akuisisi tersebut.

Jika aksi ini terealisasi, maka Poh Group akan menjadi pemilik mayoritas dan memiliki kontrol strategis atas arah masa depan NINE.

Kondisi ini membuka peluang transformasi perusahaan secara struktural, termasuk kemungkinan perubahan arah bisnis yang lebih agresif.

Siapa Sebenarnya Poh Holdings?

Poh Holdings adalah entitas asal Singapura yang terafiliasi langsung dengan Advance Opportunities Fund (AOF), sebuah institusi keuangan yang berbasis di Cayman Islands.

AOF dikenal sebagai investor aktif dalam pendanaan ekuitas pada perusahaan teknologi berkembang di kawasan Asia Pasifik.

Dengan rekam jejak yang berfokus pada sektor transformasi digital dan teknologi informasi, keterlibatan AOF melalui Poh Holdings dapat menjadi katalis pertumbuhan baru bagi NINE.

Langkah masuk ini bukan semata soal saham, melainkan juga membawa potensi koneksi internasional, keahlian manajerial, dan akses terhadap jaringan modal global.

Kehadiran mereka di dalam struktur pemegang saham NINE mengisyaratkan bahwa target jangka panjang telah disusun secara serius.

Apa Arti Strategis Akuisisi Ini bagi NINE?

Langkah Poh Holdings menyerap saham dengan harga tetap Rp19 mengindikasikan bahwa nilai valuasi perusahaan telah dikunci berdasarkan kesepakatan internal, bukan spekulasi pasar.

Hal ini menandakan pendekatan yang terukur dan tidak reaktif terhadap volatilitas harga saham jangka pendek.

Jika akuisisi mayoritas berhasil, NINE akan menjadi salah satu dari sedikit emiten teknologi di Indonesia yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh investor asing institusional.

Ini bisa memberikan efek ganda bagi pasar, yaitu meningkatnya persepsi kredibilitas dan terbukanya peluang kolaborasi lintas negara.

Namun manajemen menegaskan bahwa struktur bisnis dan rencana operasional tetap berjalan seperti biasa, tanpa gangguan dalam jangka pendek.

Dengan akuisisi tersebut, publik akan menunggu apakah akan ada langkah transformasional berikutnya dalam waktu dekat.

Arah Baru atau Hanya Rotasi Kepemilikan?

Masuknya Poh Holdings menjadi titik kritis yang bisa mengubah wajah PT Techno9 Indonesia Tbk.

Jika konsolidasi kepemilikan berlanjut hingga 70 persen, perusahaan ini bukan sekadar berubah dari sisi komposisi pemilik, melainkan juga bisa beralih strategi bisnis.

Bukan tidak mungkin, arah baru akan diarahkan menuju ekspansi regional, pengembangan solusi digital, atau sinergi dengan portofolio bisnis Poh Group dan AOF.

Kini semua mata investor akan tertuju pada bagaimana manajemen NINE merespons dinamika baru ini dan apakah mereka mampu memanfaatkan momentum ini untuk naik kelas secara bisnis dan valuasi.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.