JAKARTA, BursaNusantara.com – Investor asing kembali melakukan aksi jual bersih (net sell) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan Senin (3/3/2025), net sell asing di seluruh pasar mencapai Rp 137,9 miliar. Dengan demikian, total net sell asing sepanjang tahun berjalan ini semakin membengkak menjadi Rp 22 triliun.
Namun, meskipun tekanan jual asing cukup besar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru melonjak 249 poin atau 3,97% ke level 6.519,6. Pergerakan positif ini menjadi tanda kuatnya sentimen domestik yang mampu menahan dampak aksi jual asing.
Investor Asing Melepas Saham Perbankan
Saham sektor perbankan menjadi sasaran utama aksi jual investor asing. Saham yang mencatat net sell terbesar di pasar reguler antara lain:
1. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
- Net sell: Rp 128,3 miliar
- Terjadi di tengah volatilitas sektor keuangan yang tinggi
2. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)
- Net sell: Rp 76,8 miliar
- Dipicu oleh aksi ambil untung pasca reli sebelumnya
Di sisi lain, investor asing justru memburu beberapa saham perbankan dan konglomerasi, dengan net buy terbesar pada:
1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
- Net buy: Rp 129 miliar
- Dipandang sebagai saham defensif dengan fundamental kuat
2. PT Astra International Tbk (ASII)
- Net buy: Rp 86,5 miliar
- Optimisme terhadap sektor otomotif dan diversifikasi bisnis
IHSG Melesat, Sektor Barang Baku Memimpin
Meski asing melakukan aksi jual, IHSG berhasil menguat signifikan dengan kenaikan 3,97%, didorong oleh performa positif hampir di seluruh sektor. Berikut sektor-sektor yang mencatat kenaikan tertinggi:
- Sektor Barang Baku: naik 4,2%
- Sektor Keuangan: naik 3,8%
- Sektor Infrastruktur: naik 3,2%
- Sektor Barang Konsumsi Primer: naik 2,9%
- Sektor Energi: naik 2,5%
Sementara itu, satu-satunya sektor yang mengalami pelemahan adalah sektor Kesehatan, yang turun tipis 0,03%.
Saham Top Cuan: Siapa yang Melejit?
Di tengah reli IHSG, beberapa saham mengalami lonjakan luar biasa hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA). Berikut daftar saham yang mencetak kenaikan tertinggi:
- PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN): naik 25% ke Rp 625
- PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU): naik 25% ke Rp 450
- PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO): naik 24,8% ke Rp 422
- PT Aesler Group Internasional Tbk (RONY): naik 24,7% ke Rp 1.510
- PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII): naik 24,7% ke Rp 464
Pasar Saham Asia: Mayoritas Menghijau
Sementara IHSG mencatat penguatan, mayoritas indeks saham Asia juga bergerak positif. Berikut kinerja indeks utama:
- Straits Times (Singapura): naik 0,3%
- Nikkei (Jepang): melonjak 1,7%
- Hang Seng (Hong Kong): naik 0,2%
- Shanghai (China): turun 0,1%
Sentimen Positif Mendorong IHSG
Meskipun investor asing masih mencatat net sell, penguatan IHSG menunjukkan bahwa sentimen positif dari investor domestik mampu menopang pasar.
Dengan hampir semua sektor menguat dan saham-saham top gainers mencetak kenaikan signifikan, pasar tampaknya tetap optimis terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan.
Ke depan, pelaku pasar perlu mencermati arah kebijakan moneter global dan pergerakan ekonomi domestik guna mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












