JAKARTA, BursaNusantara.com – Minat investor asing terhadap sektor hulu migas Indonesia tengah mengalami lonjakan signifikan. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebut lebih dari 40 investor potensial tengah menjajaki peluang untuk masuk ke wilayah kerja (WK) migas nasional.
Kepala Divisi Prospektivitas Migas dan Manajemen Data Wilayah Kerja SKK Migas, Asnidar, menegaskan bahwa strategi aktif yang diterapkan saat ini sukses menarik perhatian dunia usaha internasional terhadap potensi energi Indonesia.
SKK Migas Jaga Mitra Lama, Tarik Wajah Baru
Dalam paparan di ajang Media Briefing IPA Convex 2025, Asnidar menyebut bahwa strategi SKK Migas saat ini tidak hanya memfokuskan pada akuisisi mitra baru, namun juga menjaga hubungan dengan investor lama.
“Kami memelihara existing investor seperti Petronas, Pertamina, BP, dan Exxon melalui pendekatan kolaboratif dan program open area,” jelasnya.
Langkah tersebut menjadi fondasi dalam menciptakan iklim investasi yang berkelanjutan sekaligus mendorong agresivitas eksplorasi migas di berbagai wilayah kerja strategis.
Investor Siap Teken Kontrak di Mei 2025
Dari daftar panjang calon investor, setidaknya lima wilayah kerja diprediksi akan resmi ditandatangani pada Mei 2025. Beberapa nama besar seperti EnQuest asal Inggris, Posco dari Korea Selatan, dan SK Earthon menunjukkan komitmen nyata.
EnQuest telah memenangkan dua wilayah kerja baru, sementara Posco yang sudah menandatangani kontrak sebelumnya, kini memperluas portofolionya. SK Earthon, sebagai pendatang baru, akan bermitra dengan Binaya dalam mengelola WK Serpang bersama Petronas.
“Insya Allah mereka akan teken WK pada Mei nanti. Ini sinyal kuat bahwa pasar internasional melihat Indonesia sebagai lokasi strategis untuk investasi migas,” tutur Asnidar.
Euforia Eksplorasi Jadi Momentum Emas
Dengan adanya gelombang minat dari investor global, SKK Migas melihat ini sebagai momentum penting untuk mempercepat pengembangan wilayah kerja baru.
“Mumpung kita sedang dalam euforia, kita manfaatkan situasi ini untuk menarik investasi sebanyak-banyaknya,” pungkas Asnidar penuh optimisme.









