PasarSaham

Investor Singapura Borong 11 Juta Saham PZZA, Apa Strateginya?

159
investor singapura borong 11 juta saham pzza, apa strateginya kompres
Pemberton Asian Opportunities Fund kembali menambah kepemilikan saham PZZA. Apa strategi investor Singapura ini dalam mengakumulasi saham pengelola Pizza Hut?

Pemberton Asian Opportunities Fund Tambah Kepemilikan Saham PZZA

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Sarimelati Kencana Tbk. (PZZA), pengelola gerai restoran Pizza Hut di Indonesia, mengumumkan bahwa salah satu pemegang sahamnya, Pemberton Asian Opportunities Fund, kembali menambah kepemilikan sahamnya.

Transaksi terbaru ini dilakukan pada 4 Februari 2025 dengan pembelian 11.023.700 lembar saham atau setara 0,37% kepemilikan di harga rata-rata Rp159,93 per saham.

Andromeda Tristanto, Corporate Secretary PZZA, dalam keterangannya pada Rabu (5/2), menyatakan bahwa pembelian saham ini bertujuan sebagai investasi dengan kepemilikan langsung.

Dengan transaksi ini, kepemilikan Pemberton Asian Opportunities Fund di PZZA meningkat menjadi 282.103.900 lembar saham atau 9,34% dari sebelumnya 271.080.200 lembar saham atau 8,97%.


Strategi Akumulasi Saham oleh Pemberton Asian Opportunities Fund

Pemberton Asian Opportunities Fund secara konsisten menambah kepemilikan saham di PZZA dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, pada 3 Januari 2025, mereka telah membeli 32.000.000 lembar saham setara 1,06% kepemilikan di harga Rp113 per saham dengan total dana sekitar Rp3,616 miliar.

Tak hanya itu, pada 12 Desember 2024, mereka juga memborong 40.000.000 lembar saham PZZA dengan harga Rp128 per saham, menggelontorkan dana sebesar Rp5,120 miliar. Dengan tren akumulasi ini, strategi Pemberton Asian Opportunities Fund tampaknya bertujuan untuk memperkuat kepemilikan di PZZA dalam jangka panjang.


Dampak terhadap Saham PZZA di Pasar

Meskipun ada aksi pembelian saham oleh investor institusi, pergerakan saham PZZA belum menunjukkan kenaikan signifikan. Pada perdagangan Rabu (5/2), harga saham PZZA justru mengalami penurunan sebesar Rp4 atau melemah 2% menjadi Rp158 per lembar saham.

Namun, dengan adanya akumulasi saham oleh Pemberton Asian Opportunities Fund, investor ritel mungkin melihat potensi pertumbuhan jangka panjang dari saham PZZA. Jika tren akumulasi ini berlanjut, bukan tidak mungkin saham PZZA akan mengalami peningkatan nilai dalam beberapa bulan ke depan.


Sekilas tentang PT Sarimelati Kencana Tbk. (PZZA)

PT Sarimelati Kencana Tbk. didirikan pada 16 Desember 1987 di Jakarta dan merupakan pemegang waralaba resmi restoran Pizza Hut di Indonesia.

Sejak 2004, perusahaan ini menjadi bagian dari Grup Sriboga. Pizza Hut sendiri merupakan jaringan restoran asal Amerika Serikat yang terkenal dengan menu Italia-Amerika seperti pizza dan pasta.

Berdasarkan data kepemilikan saham per 30 Juni 2024, berikut adalah struktur pemegang saham utama PZZA:

  • PT Sriboga Raturaya – 1.957.933.250 saham (65,15%)
  • Masyarakat – 666.440.450 saham (22,18%)
  • JPMCB NA AIF CLT RE The Scottish Oriental Smaller Companies – 211.533.000 saham (7,04%)
  • DBS Bank Ltd. S/A Albizia ASEAN Opportunities Fund – 168.142.500 saham (5,59%)
  • Jeo Sasanto – 1.441.500 saham (0,05%)
  • Treasury Stock – 16.384.300 saham (0,00%)

Prospek Saham PZZA ke Depan

Dengan aksi akumulasi yang dilakukan Pemberton Asian Opportunities Fund, prospek saham PZZA patut dicermati oleh investor.

Apakah langkah ini akan berdampak pada kenaikan harga saham dalam waktu dekat? Ataukah masih ada tantangan yang harus dihadapi oleh PZZA dalam mengembangkan bisnis restoran Pizza Hut di Indonesia?

Bagi investor jangka panjang, saham PZZA dapat menjadi opsi menarik, terutama jika strategi ekspansi dan peningkatan profitabilitas perusahaan berjalan sesuai rencana.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version