Geser Kebawah
PasarSaham

Investor Waspada, IHSG Konsolidasi & Saham Oversold Tarik Perhatian

84
×

Investor Waspada, IHSG Konsolidasi & Saham Oversold Tarik Perhatian

Sebarkan artikel ini
Investor Waspada, IHSG Konsolidasi & Saham Oversold Tarik Perhatian
IHSG bergerak konsolidatif di tengah tren naik. Saham SRTG, BUMI, dan INDF masuk radar karena potensi rebound teknikal.

Saham Oversold Menjadi Sorotan Saat IHSG Bergerak Konsolidatif

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis pagi, 22 Mei 2025 dibuka dengan penguatan tipis.

Namun, tren pasar menunjukkan konsolidasi yang hati-hati, menandakan investor masih selektif dalam menilai arah indeks ke depan.

Sponsor
Iklan

Menurut analis teknikal Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasrul Tannar, IHSG diperkirakan bergerak dalam kisaran 7.048 hingga 7.094 hari ini.

Posisi indeks berada dalam tren naik moderat dengan konsolidasi di sekitar garis tren 7.155.

Volatilitas tergolong rendah, dan nilai R-Squared sebesar 0,8669 memperlihatkan konsistensi tren. Area support terdekat berada di 7.048 dan 7.094, sedangkan resistance dibidik pada 7.182 dan 7.223.

Saham Saratoga (SRTG) Berpeluang Bergerak Signifikan

Di tengah minimnya sentimen penggerak pasar, beberapa saham dengan kondisi teknikal ekstrem menarik perhatian. SRTG, saham milik Saratoga Investama Sedaya Tbk, menunjukkan potensi pergerakan tajam.

Meskipun tren jangka panjang masih menunjukkan slope negatif, harga saat ini telah menembus garis tren. Volume dan volatilitas harga tinggi membuka ruang pergerakan signifikan dalam waktu dekat.

Target harga SRTG berada di Rp1.765, dengan rekomendasi buy on weakness, ideal bagi investor jangka pendek yang mencari momentum.

Saham BUMI dan INDF Dalam Kondisi Tekanan Ekstrem

BUMI, saham milik PT Bumi Resources Tbk, sedang berada di zona oversold ekstrem. RSI yang hanya 18,32 dan CMO -63,37 menandakan tekanan jual yang intens.

Namun, kenaikan volume perdagangan bisa memicu rebound teknikal dalam waktu dekat.

Harga saat ini masih di bawah trend line 125, dengan rekomendasi buy on weakness. Target jangka pendek ditetapkan di Rp124.

Sementara itu, saham Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) juga berada dalam tekanan. RSI rendah di 22,68 dan MFI 7,49 menunjukkan sinyal oversold.

Walau harga bergerak di bawah tren 8.145, slope tetap positif dan membuka peluang rebound.

INDF direkomendasikan sebagai trading buy, dengan target harga di kisaran Rp8.375.

Dengan kondisi IHSG yang sedang konsolidasi, saham-saham yang telah mengalami tekanan ekstrem justru menjadi incaran.

Investor jeli melihat potensi teknikal rebound bisa menemukan peluang di tengah pasar yang belum menentukan arah.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.