BisnisHeadlinePasarSahamTelekomunikasi

iPhone 16 Masuk Indonesia, ERAA Berpotensi Raup Cuan Besar

138
iPhone 16 Masuk Indonesia, ERAA Berpotensi Raup Cuan Besar
Apple segera membawa iPhone 16 ke Indonesia. Masuknya produk ini bisa menjadi katalis positif bagi ERAA. Bagaimana dampaknya bagi industri ritel gadget?

JAKARTA, BursaNusantara.com – Apple dikabarkan segera membawa iPhone 16 ke Indonesia setelah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Perindustrian pada Rabu (26/2).

Kesepakatan ini membuka jalan bagi Apple untuk mendapatkan sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), yang menjadi syarat utama dalam memperoleh izin edar dari Kementerian Komunikasi dan Digital.

Kehadiran iPhone 16 di Indonesia diperkirakan akan membawa dampak besar pada industri ritel gadget. Salah satu pihak yang berpotensi mendapat keuntungan adalah PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), distributor utama produk Apple di Tanah Air.

ERAA Diuntungkan oleh Masuknya iPhone 16

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai bahwa masuknya iPhone 16 akan menjadi katalis positif bagi kinerja ERAA.

“iPhone memiliki segmentasi pasar kelas atas, dan peluncuran seri terbaru ini berpotensi meningkatkan volume penjualan, terutama di segmen premium,” ujar Nafan kepada Kontan, Minggu (3/3).

Selain produk Apple, ERAA juga menjual berbagai merek smartphone asal Korea dan China. Dengan portofolio yang luas, ERAA diyakini tetap mampu menjaga pertumbuhan bisnisnya secara berkelanjutan.

Momentum Hari Raya dan THR Jadi Pendukung Penjualan

Selain faktor peluncuran iPhone 16, peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Hari Raya Keagamaan dan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) juga diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan penjualan gadget di Indonesia.

Kenaikan daya beli akibat THR biasanya memberikan dampak langsung pada penjualan barang elektronik, termasuk smartphone. ERAA sebagai salah satu pemain utama di industri ini diperkirakan akan mendapatkan manfaat besar dari tren tersebut.

Prospek Saham ERAA di Tengah Peluncuran iPhone 16

Dalam analisisnya, Nafan menyatakan bahwa prospek saham ERAA masih cukup positif. Dia merekomendasikan akumulasi beli dengan target harga Rp396 per saham.

“Historisnya, kuartal pertama setiap tahunnya menunjukkan pertumbuhan top line ERAA yang signifikan. Namun, profitabilitasnya akan sangat bergantung pada pengelolaan biaya pokok penjualan (COGS) dan efisiensi operasional,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan ERAA, Amelia Allen, menyebut bahwa masuknya iPhone 16 akan semakin memperkuat lini produk yang ditawarkan perusahaan.

“Kami terus mengembangkan portofolio brand untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Amelia kepada Kontan, Sabtu (1/3).

Strategi Ekspansi ERAA di 2025

Menatap tahun 2025, ERAA optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan bisnis yang positif. Beberapa strategi utama yang akan ditempuh perusahaan meliputi:

1. Ekspansi ke Luar Pulau Jawa

ERAA melihat potensi besar di luar Pulau Jawa, terutama dalam bisnis handset. Ekspansi ke daerah-daerah baru diyakini dapat meningkatkan pangsa pasar dan menjangkau konsumen yang lebih luas.

2. Diversifikasi Bisnis

Selain gadget, ERAA juga memperluas lini bisnisnya melalui Erajaya Active Lifestyle dan Erajaya Food & Nourishment. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat diversifikasi pendapatan perusahaan.

3. Inovasi dan Peningkatan Layanan

Perusahaan terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan di gerai-gerai ritelnya. Continuous improvement menjadi strategi utama untuk mempertahankan kepuasan pelanggan dan meningkatkan loyalitas konsumen.

Segmen Smartphone Masih Jadi Kontributor Utama

Meski Amelia belum mengungkapkan angka pasti kontribusi penjualan iPhone terhadap kinerja perusahaan, ia menyebutkan bahwa segmen smartphone dan tablet menyumbang 81,1% terhadap total pendapatan ERAA selama sembilan bulan pertama tahun 2024. Hal ini menegaskan bahwa bisnis smartphone masih menjadi tulang punggung perusahaan.

iPhone 16 Jadi Katalis Positif Bagi ERAA

Masuknya iPhone 16 ke Indonesia menjadi momentum penting bagi industri ritel gadget, terutama bagi ERAA sebagai distributor utama produk Apple. Selain itu, faktor musiman seperti pemberian THR dan peningkatan konsumsi menjelang Hari Raya juga menjadi sentimen positif bagi bisnis ritel elektronik di Indonesia.

Dengan strategi ekspansi, diversifikasi bisnis, dan inovasi layanan, ERAA berpeluang mempertahankan pertumbuhan kinerja positif pada tahun 2025. Para investor pun mulai melirik saham ERAA sebagai pilihan menarik di sektor ritel elektronik.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version