Geser Kebawah
Aksi KorporasiHeadlinePasar

IPO CDIA, Emiten Infrastruktur Baru Milik Prajogo Pangestu

160
×

IPO CDIA, Emiten Infrastruktur Baru Milik Prajogo Pangestu

Sebarkan artikel ini
IPO CDIA, Emiten Infrastruktur Baru Milik Prajogo Pangestu
Chandra Daya Investasi, anak usaha TPIA milik Prajogo Pangestu, akan IPO di BEI dengan target dana hingga Rp2,4 triliun pada Juli 2025.

CDIA Incar Dana Triliunan Lewat IPO Perdana

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Chandra Daya Investasi Tbk (IDX:CDIA), anak perusahaan dari PT Chandra Asri Pacific Tbk (IDX:TPIA), resmi mengumumkan rencana penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 12,5 miliar saham baru atau setara 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Sponsor
Iklan

Harga saham ditawarkan di kisaran Rp170 hingga Rp190 per lembar, sehingga potensi dana yang diraih berada di kisaran Rp2,1 triliun hingga Rp2,4 triliun.

Masa penawaran awal akan berlangsung pada 19–24 Juni 2025 dengan pencatatan saham dijadwalkan pada 8 Juli 2025.

Langkah ini menjadikan CDIA sebagai emiten ketiga dalam ekosistem bisnis milik Prajogo Pangestu yang melantai di BEI dalam tiga tahun terakhir.

Fokus Ekspansi Infrastruktur Lewat Pendanaan Pasar Modal

CDIA merupakan perusahaan investasi infrastruktur yang menyasar sektor strategis seperti energi, air, pelabuhan, penyimpanan, hingga logistik.

Pendekatan investasinya dilakukan melalui kolaborasi dan aliansi strategis dengan mitra global maupun domestik.

Dengan menggandeng EGCO Group dari Thailand sebagai salah satu pemegang saham, CDIA memperluas eksposur regional dan memperkuat daya saingnya.

Langkah IPO ini menjadi bagian penting dari strategi ekspansi jangka panjang untuk mendukung pertumbuhan infrastruktur nasional.

Dana hasil IPO direncanakan akan digunakan untuk mempercepat pengembangan proyek-proyek investasi prioritas di sektor tersebut.

Penjamin Emisi Diperkuat Konsorsium Sekuritas Ternama

Dalam aksi korporasi ini, CDIA menunjuk enam perusahaan sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Keenamnya adalah BCA Sekuritas, BNI Sekuritas, DBS Vickers Sekuritas Indonesia, Henan Putihrai Sekuritas, OCBC Sekuritas Indonesia, dan Trimegah Sekuritas Indonesia.

Dengan struktur sindikasi ini, proses distribusi saham ke publik diharapkan berjalan lancar dan mendapat respons positif dari investor institusi maupun ritel.

Keterlibatan banyak pihak mencerminkan besarnya ekspektasi pasar terhadap masa depan bisnis CDIA pasca pencatatan saham.

Penjaminan ini juga menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap fundamental dan prospek bisnis perusahaan.

Bagian dari Strategi IPO Grup Prajogo Pangestu

IPO CDIA mengikuti jejak dua emiten lain milik konglomerat Prajogo Pangestu yang telah lebih dulu melantai di bursa.

Petrindo Jaya Kreasi Tbk (IDX:CUAN) resmi mencatatkan sahamnya pada Maret 2023, sementara Barito Renewables Energy Tbk (IDX:BREN) mulai diperdagangkan sejak Oktober 2023.

Langkah CDIA semakin menegaskan arah konsolidasi dan diversifikasi aset-aset strategis grup lewat skema IPO.

Model ini menunjukkan pendekatan berkelanjutan dari grup dalam memperkuat tata kelola korporasi dan memperluas basis investor publik.

Ketiga perusahaan tersebut bergerak di bidang berbeda, namun terintegrasi dalam kerangka pembangunan sektor energi dan infrastruktur nasional.

Menyasar Potensi Investasi Jangka Panjang

CDIA hadir sebagai entitas yang menawarkan potensi pertumbuhan berbasis aset jangka panjang dan kepastian kontrak di sektor infrastruktur.

Model bisnisnya dirancang untuk memberikan arus kas stabil, eksposur terhadap proyek strategis pemerintah, serta pertumbuhan nilai aset dalam jangka panjang.

Dengan rekam jejak dan dukungan dari Chandra Asri serta EGCO, CDIA memosisikan diri sebagai pemain utama dalam transformasi infrastruktur.

Proposisi nilai ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor institusional yang mencari diversifikasi portofolio di sektor non-siklis.

Perseroan menargetkan basis investor jangka panjang yang melihat fundamental, bukan hanya momentum pasar jangka pendek.

Jadwal IPO dan Pencatatan Resmi di Bursa

Rangkaian jadwal IPO CDIA dimulai dari masa penawaran awal yang berlangsung pada 19–24 Juni 2025.
Selanjutnya, masa penawaran umum diperkirakan akan dilakukan pada 2–4 Juli 2025.

Puncaknya, saham CDIA dijadwalkan mulai dicatatkan dan diperdagangkan di papan utama Bursa Efek Indonesia pada 8 Juli 2025.

Proses ini mengikuti ketentuan OJK dan BEI yang mengatur tahapan IPO emiten baru secara ketat dan transparan.

Dengan jadwal yang telah ditetapkan, investor memiliki waktu yang cukup untuk mempelajari prospektus dan mengukur potensi emiten secara menyeluruh.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.