CDIA Resmi Melantai, IPO Terbesar Kedua 2025 Disambut Antusias Pasar
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA), perusahaan infrastruktur milik konglomerat Prajogo Pangestu, resmi mencatatkan saham perdananya di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/7/2025).
CDIA menjadi salah satu emiten paling diburu tahun ini, setelah berhasil mengantongi dana segar Rp2,37 triliun dari aksi penawaran umum perdana (IPO).
Dana tersebut diperoleh melalui penerbitan 12,48 miliar saham baru dengan harga penawaran Rp190 per saham, menempatkan IPO CDIA sebagai salah satu yang terbesar sepanjang semester pertama 2025.
Tingkat Permintaan Mencetak Rekor, Investor Ritel Dominan
Minat investor terhadap saham CDIA melonjak tinggi, tercermin dari kelebihan permintaan (oversubscription) yang mencapai 563,64 kali.
Selama masa penawaran umum yang berlangsung dari 2 hingga 7 Juli 2025, sebanyak 400.126 investor tercatat ikut ambil bagian.
Rekor partisipasi ini menunjukkan kepercayaan tinggi investor ritel terhadap arah bisnis dan prospek jangka panjang CDI Group sebagai penyedia solusi infrastruktur terintegrasi.
Presiden Direktur CDIA, Fransiskus Ruly Aryawan, menyebut momen pencatatan ini sebagai pijakan penting bagi pengembangan strategi bisnis jangka panjang perusahaan.
“Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan investor yang telah memungkinkan terwujudnya tonggak bersejarah ini,” ujar Ruly dalam pernyataan resmi.
Infrastruktur Strategis Jadi Fokus Bisnis CDI Group
Menurut Ruly, Asia Tenggara tengah memasuki fase percepatan industri yang menuntut dukungan infrastruktur logistik, energi, pengelolaan air, dan penyimpanan yang efisien.
CDIA menempatkan dirinya sebagai penggerak utama dalam ekosistem tersebut, dengan strategi menyasar sektor-sektor esensial yang menopang daya saing industri regional.
Dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat kapabilitas anak perusahaan, mempercepat proyek strategis, serta meningkatkan kapasitas layanan infrastruktur yang berdampak nyata.
“CDIA berkomitmen menjadi mitra pertumbuhan yang relevan bagi kebutuhan industri masa depan dan masyarakat luas,” tegas Ruly.
Masuknya CDIA Jadi Sinyal Optimisme Pasar Infrastruktur
Melantainya CDIA di BEI menjadi sinyal penting bahwa sektor infrastruktur masih menjadi daya tarik utama bagi investor.
Dengan rekam jejak Prajogo Pangestu yang kuat di sektor energi dan petrokimia, keberadaan CDIA di bursa menambah bobot portofolio publik grup usaha yang kini semakin terdiversifikasi.
CDIA diproyeksikan akan mengisi ceruk kebutuhan akan infrastruktur terintegrasi di kawasan dengan pendekatan jangka panjang berbasis proyek dan kolaborasi multipihak.
Pasar kini menantikan kinerja lanjutan dari emiten anyar ini, terutama realisasi proyek dan alokasi dana IPO dalam satu tahun ke depan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





