Aksi KorporasiHeadlinePasar

IPO HGII, Yonden Dukung Target Energi Bersih 100 MW

157
ipo hgii yonden dukung target energi bersih 100 mw kompres
Hero Global Investment resmi IPO di BEI. Didukung Yonden, perusahaan berkomitmen wujudkan target 100 MW energi bersih pada 2031.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Hero Global Investment Tbk (HGII) telah mencatatkan tonggak sejarah penting dengan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (9/1/2025). Presiden Direktur HGII, Robin Sunyoto, menyebutkan bahwa langkah ini merupakan milestone untuk mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT), selaras dengan target pemerintah Indonesia menuju karbon netral pada tahun 2060.

Dana hasil IPO sebesar Rp 260 miliar akan digunakan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 25 megawatt (MW) dan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) berkapasitas 10 MW di Sumatra Utara.

PLTA tersebut direncanakan mulai konstruksi pada tahun 2025, sementara PLTM akan dimulai pada tahun 2026. Keduanya diharapkan dapat beroperasi secara komersial pada 2028.

Robin juga mengungkapkan bahwa HGII menargetkan pengembangan total kapasitas pembangkit EBT sebesar 100 MW pada tahun 2031. Dalam jangka waktu enam tahun ke depan, HGII akan membangun pembangkit hidro dengan total kapasitas 58 MW, ditambah pembangkit biomassa (8 MW), biogas (6 MW), dan surya (10 MW). Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi HGII sebagai pemain utama dalam sektor energi bersih di Indonesia.

Sebagai perusahaan yang didirikan pada tahun 2010, HGII telah mengoperasikan PLTM Parmonangan-1 (9 MW) dan PLTM Parmonangan-2 (10 MW) di Sumatra Utara. Selain itu, HGII memiliki saham minoritas di Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Ujung Batu (3 MW) di Provinsi Riau.

Mitra Strategis: Shikoku Electric Power Company (Yonden) Setelah IPO, Yonden melalui anak usahanya, SEP International Netherlands BV (SEPI), akan mengakuisisi 25% saham HGII. Dengan bergabungnya Yonden, struktur kepemilikan saham HGII menjadi 55% oleh pendiri, 25% oleh Yonden, dan 20% oleh publik. Yonden, yang tercatat di Tokyo Stock Exchange (kode saham TYO:9507), memiliki aset senilai Rp 167 triliun dan operating revenue Rp 81 triliun per 31 Maret 2024. Portofolio pembangkit listrik Yonden meliputi hidro, termal, nuklir, dan surya dengan total kapasitas 5.332 MW.

Kehadiran Yonden sebagai mitra strategis memberikan nilai tambah signifikan. Pengalaman dan keahlian Yonden dalam konstruksi serta operasi dan pemeliharaan (operation and maintenance) pembangkit listrik akan mendukung HGII dalam mencapai targetnya dengan efisiensi tinggi.

IPO HGII, Yonden Dukung Target Energi Bersih 100 MW

Target dan Optimisme Masa Depan Robin optimistis dengan potensi pertumbuhan konsumsi listrik di Indonesia sebesar 5,4% per tahun serta target bauran energi bersih 31% pada 2050. Ditambah dengan sumber daya EBT yang melimpah, kemitraan strategis, dan kontrak jangka panjang dengan pelanggan, HGII yakin dapat mewujudkan target pengelolaan 100 MW pembangkit EBT pada 2031.

“Kami percaya langkah ini akan mendorong profitabilitas berkelanjutan sekaligus mendukung agenda energi bersih nasional,” tegas Robin.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version