HeadlinePasarSaham

Iran Tutup Hormuz? MEDC, ENRG, PGAS Diuntungkan

61
Iran Tutup Hormuz MEDC, ENRG, PGAS Diuntungkan
Harga minyak naik usai konflik Iran-AS & ancaman tutup Selat Hormuz. MEDC, ENRG, PGAS langsung menguat. Simak analisis & data terbarunya di sini!

Ketegangan AS-Iran Dongkrak Harga Minyak dan Saham Energi

JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga minyak global melonjak tajam setelah Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi serangan ke tiga fasilitas nuklir Iran, termasuk situs Fordow yang merupakan pusat pengayaan uranium strategis.

Iran membalas melalui parlemen dengan ancaman eksplisit menutup Selat Hormuz, jalur maritim vital yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia setiap harinya.

Kondisi ini langsung memicu kekhawatiran pasar atas gangguan pasokan energi global, mendorong harga Brent kontrak Agustus 2025 naik 2,7% ke US$79,07 per barel.

Harga WTI juga terdorong naik ke level US$75,71 per barel, menandai kenaikan signifikan dalam waktu singkat akibat eskalasi geopolitik tersebut.

Saham Energi Reli: MEDC, ENRG, dan PGAS Jadi Primadona

Saham sektor energi di Bursa Efek Indonesia langsung merespons lonjakan harga minyak dengan reli tajam di perdagangan sesi awal pekan ini.

PT Medco Energi Internasional Tbk. (IDX:MEDC) naik 2,8% ke level Rp1.470 dan menguat konsisten dalam tekanan indeks.

PT Energi Mega Persada Tbk. (IDX:ENRG) bahkan melonjak 5,03% ke harga Rp376, menjadikannya top gainer di sektor energi hari ini.

Sementara itu, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (IDX:PGAS) ikut terdongkrak 2,83% ke posisi Rp1.635, memantapkan sentimen positif untuk saham BUMN energi.

Analis Stockbit Hendriko Gani menyebut lonjakan harga minyak ini sebagai katalis jangka pendek yang sangat kuat bagi saham emiten migas dan pendukungnya.

Menurutnya, para investor kini mencari pelindung nilai terhadap risiko global, dan sektor energi menjadi pilihan yang logis.

Potensi Penguatan Masih Terbuka Meski IHSG Tertekan

Direktur Reliance Sekuritas Reza Priyambada mengatakan bahwa saham-saham energi saat ini masih memiliki ruang penguatan dari sisi teknikal.

Ia menilai meski IHSG sedang bergerak fluktuatif akibat tekanan global, saham energi tetap menyimpan peluang jangka menengah.

Konsensus Bloomberg mencatat 16 sekuritas merekomendasikan beli untuk MEDC dengan target harga rata-rata Rp1.601,67 dalam 12 bulan.

ENRG memperoleh dua rekomendasi beli dengan target ke Rp460, mencerminkan potensi upside lebih dari 20% dari harga saat ini.

PGAS tak kalah menarik dengan sembilan rekomendasi beli dan target harga Rp1.755,87 dari berbagai rumah riset nasional dan asing.

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas David Kurniawan menyebut bahwa selama konflik belum mereda, sektor energi akan terus mendapatkan dukungan fundamental yang kuat.

https://bursanusantara.com/wp-content/uploads/2025/06/Iran-Tutup-Hormuz-MEDC-ENRG-PGAS-Diuntungkan.mp4

Risiko Geopolitik dan Volatilitas Masih Membayangi

Namun, euforia pasar atas lonjakan harga minyak dan reli saham energi tidak lepas dari risiko tinggi yang menyertainya.

Goldman Sachs memperkirakan harga Brent bisa melesat hingga US$110 per barel jika Selat Hormuz benar-benar ditutup selama minimal sebulan.

Skenario ini akan membawa dampak sistemik terhadap inflasi global dan memperumit kebijakan moneter bank sentral di banyak negara.

Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta justru mengingatkan bahwa reli sektor energi bisa bersifat temporer jika gencatan senjata terjadi dalam waktu dekat.

Investor disarankan tidak terlalu agresif dan tetap memperhatikan dinamika pasar global secara menyeluruh untuk menghindari aksi spekulatif yang berlebihan.

Momentum saat ini lebih cocok dimanfaatkan dengan strategi akumulasi bertahap dan disiplin pada level proteksi teknikal.

Pasar akan terus menantikan perkembangan terbaru dari Timur Tengah dan pernyataan lanjutan dari Washington maupun Teheran untuk menentukan arah selanjutnya.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version