ITMG Dorong Diversifikasi Bisnis Energi Hijau Lewat CPI
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (IDX:ITMG) terus menunjukkan keseriusan dalam mendiversifikasi bisnis dari batu bara menuju sektor energi terbarukan melalui lini anak dan cucu usahanya.
Melalui PT Cahaya Power Indonesia (CPI), ITMG melanjutkan ekspansi bisnis pembangkit listrik tenaga surya yang menyasar sektor komersial dan ritel.
CPI merupakan cucu usaha ITMG yang dikelola oleh PT ITM Bhinneka Power (IBP) sebagai induk, khusus menggarap proyek instalasi atap surya secara komprehensif.
Pencapaian terbaru CPI adalah keberhasilan penyelesaian instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap (PLTS Atap) di tiga gerai PT Caturkada Depo Bangunan Tbk (DEPO).
Instalasi PLTS Atap ini dilakukan di gerai DEPO yang berlokasi di Tangerang, Bandung, dan Bogor dengan kapasitas terpasang 694,96 kWp on-grid.
Kolaborasi Energi Hijau CPI dan Depo Bangunan
Sinergi antara CPI dan DEPO menandai implementasi nyata operasional hijau di sektor ritel bahan bangunan.
PLTS Atap yang telah terpasang tersebut diproyeksikan menghasilkan 17.684 MWh energi bersih selama 20 tahun operasional.
Produksi energi ini setara dengan pengurangan emisi karbon sekitar 13.868 metrik ton CO₂e atau sepadan dengan penanaman 429.917 pohon.
Presiden Direktur CPI, Kasidis Niamsiri, menyebut kerja sama ini sebagai tonggak penting dalam pertumbuhan berkelanjutan sektor ritel nasional.
Menurutnya, DEPO telah membuktikan diri sebagai pelopor gerai ritel yang menerapkan operasional berbasis energi bersih di Indonesia.
Sementara Presiden Direktur DEPO, Kambiyanto Kettin, menekankan bahwa pembangunan PLTS Atap ini mempertegas komitmen perusahaannya terhadap keberlanjutan dan efisiensi bisnis.
Ia juga menegaskan bahwa kontribusi ini selaras dengan misi nasional untuk mencapai target net zero emission di masa mendatang.
Portofolio CPI Terus Tumbuh Signifikan
Dengan selesainya proyek PLTS Atap di tiga gerai DEPO, portofolio CPI terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam sektor energi surya.
Hingga Mei 2025, CPI telah memasang PLTS Atap dengan total kapasitas 17,5 megawatt peak (MWp) di berbagai lokasi di Indonesia.
CPI menargetkan peningkatan kapasitas terpasang hingga 35 MWp hingga akhir tahun 2025 melalui proyek yang tengah dikembangkan.
Selain DEPO, CPI juga telah melayani lebih dari 50 mitra di berbagai kota seperti Medan, Jakarta, Pontianak, Bandung, Bali, dan Kendari.
CPI memberikan layanan terintegrasi dari desain dan perencanaan hingga instalasi dan pemeliharaan sistem PLTS Atap.
Langkah ini menempatkan CPI sebagai salah satu pemain kunci dalam penyediaan solusi energi surya komersial di Indonesia.
Strategi Diversifikasi Energi ITMG di Luar Batu Bara
ITMG secara strategis tidak lagi semata mengandalkan sektor batu bara sebagai sumber pendapatan utama perusahaan.
Selain CPI dan IBP, ITMG juga memiliki dua anak usaha lain yakni PT Energi Batubara Perkasa (EBP) dan PT TRUST yang bergerak di bidang layanan energi.
EBP dan TRUST berperan dalam penyediaan solusi jasa energi yang mendukung ekosistem energi ITMG secara lebih luas.
Fokus pengembangan IBP ke depan adalah pembangunan pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT) seperti tenaga angin, biomassa, biogas, dan hidroelektrik.
Menurut pernyataan resmi di situs perusahaan, ITMG juga tengah menjajaki pengembangan proyek pembangkit tenaga air secara aktif.
Langkah ini menunjukkan keseriusan ITMG dalam membangun portofolio EBT yang beragam dan berkelanjutan.
Kontribusi Keuangan Masih Kecil, Potensi Besar di Depan
Meskipun sektor jasa energi masih berkontribusi kecil terhadap total pendapatan ITMG, potensi pertumbuhannya dinilai sangat menjanjikan.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2025, lini bisnis jasa hanya menyumbang 0,1977% dari total pendapatan ITMG sebesar US$ 482,5 juta.
Namun, capaian CPI di lapangan menjadi sinyal awal bahwa transformasi energi ITMG mulai menunjukkan hasil nyata secara operasional.
Dengan strategi bertahap dan penguatan kerja sama dengan mitra strategis seperti DEPO, ITMG membangun fondasi kokoh menuju masa depan energi hijau.
Komitmen terhadap efisiensi energi dan dekarbonisasi akan menjadi nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham dan konsumen.
Transformasi energi yang dijalankan ITMG bukan hanya strategi bisnis, tapi juga bentuk kontribusi nyata menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












