Geser Kebawah
BisnisEnergiHeadline

Jackpot TPIA: Akuisisi Aster Cetak Laba Rp26 Triliun!

159
×

Jackpot TPIA: Akuisisi Aster Cetak Laba Rp26 Triliun!

Sebarkan artikel ini
Akuisisi Aster Dongkrak Laba TPIA Jackpot Korporasi Rp 26 Triliun!
Akuisisi Aster dorong laba jumbo TPIA lewat bargain purchase. Integrasi ini hasilkan laba bersih US$1,6 miliar hanya dalam 6 bulan pertama 2025.

Akuisisi Strategis Ubah Nasib TPIA dalam 6 Bulan

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencetak laba bersih US$1,6 miliar atau sekitar Rp26 triliun hanya dalam semester I-2025 berkat efek akuntansi dari akuisisi Aster Chemicals.

Lonjakan laba ini berasal dari bargain purchase atau negative goodwill, yaitu selisih positif antara nilai aset Aster dengan harga beli oleh TPIA.

Sponsor
Iklan

Transaksi ini menjadikan semester I-2025 sebagai periode terbaik sepanjang sejarah TPIA sejak IPO di Bursa Efek Indonesia.

Manajemen menyebutkan bahwa pencapaian ini bukan semata keuntungan satu kali, tetapi langkah awal transformasi struktur pendapatan dan ekuitas perseroan.

Lonjakan Pendapatan dan Efek Sinergi Operasi

Pendapatan TPIA naik 237,7% secara tahunan menjadi US$2,926 miliar per akhir Juni 2025 dari sebelumnya US$866,5 juta.

Kenaikan signifikan ini mencerminkan dampak awal dari penggabungan kinerja operasional antara TPIA dan Aster.

Integrasi tersebut memperluas jangkauan distribusi, efisiensi pasokan bahan baku, serta diversifikasi produk kilang dan petrokimia.

Aster memiliki portofolio produk kimia dan jaringan pasok global yang langsung terhubung ke pasar Asia dan Timur Tengah.

Efek sinergi itu mulai tampak dari sisi margin operasional TPIA yang membaik signifikan sejak awal kuartal II-2025.

Strategi Bargain Purchase: Lebih dari Sekadar Keuntungan

Keuntungan dari akuisisi Aster senilai US$1,6 miliar bukan berasal dari aktivitas operasional, melainkan efek akuntansi dari harga beli yang jauh di bawah nilai wajar.

Bargain purchase terjadi ketika nilai aset bersih Aster, setelah dikonsolidasi, ternyata lebih tinggi dibanding total pembayaran TPIA untuk mengakuisisinya.

Efek ini langsung diakui sebagai laba dalam laporan laba rugi semester I-2025, sesuai prinsip akuntansi IFRS.

Namun, manajemen menekankan bahwa strategi ini bukan kebetulan, melainkan hasil perhitungan valuasi dan negosiasi yang cermat sejak 2024.

Aster sendiri merupakan perusahaan kimia yang terhubung dengan jaringan bahan baku strategis dari Timur Tengah hingga Asia Selatan.

IPO CDI Group: Pintu Masuk Ekspansi Infrastruktur Energi

Langkah transformasi TPIA dilengkapi dengan IPO sukses anak usaha PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI Group) pada Juli 2025.

Emiten infrastruktur itu meraup dana segar Rp2,37 triliun dari pasar dengan minat investor ritel hingga 564 kali e-pooling.

CDI Group kini menjadi kendaraan ekspansi infrastruktur energi, air bersih, pelabuhan, dan penyimpanan yang menopang bisnis inti TPIA.

Dana IPO digunakan untuk pembiayaan proyek strategis jangka panjang, terutama yang mendukung ekosistem kilang dan logistik kimia.

Langkah ini dinilai oleh pelaku pasar sebagai sinyal kuat integrasi vertikal bisnis Chandra Asri ke sektor energi baru dan terbarukan.

Neraca Tambah Kekar, Ekuitas TPIA Semakin Solid

Total aset TPIA naik 23% menjadi US$32,46 miliar per akhir Juni 2025, dari sebelumnya US$26,35 miliar pada akhir 2024.

Peningkatan ini terutama berasal dari konsolidasi aset milik Aster Chemicals and Energy Pte Ltd setelah transaksi rampung pada awal kuartal II.

Ekuitas perusahaan turut melonjak menjadi US$10,7 miliar, mencerminkan peningkatan solvabilitas dan struktur modal yang lebih sehat.

Dengan akuisisi ini, leverage TPIA tetap terjaga meski skala operasional bertambah besar secara eksponensial.

Investor menilai struktur keuangan TPIA kini jauh lebih siap untuk ekspansi global dan pembiayaan proyek strategis.

Aster Chemicals Kini Jadi Aset Inti Jaringan Global TPIA

Aster memiliki fasilitas kilang, produksi, dan jaringan distribusi global yang memperkuat rantai pasok TPIA secara langsung.

Setelah integrasi, TPIA memperoleh akses eksklusif ke bahan baku utama dari wilayah Arab Saudi, India, dan kawasan Asia Timur.

Langkah ini membuat posisi TPIA naik kelas sebagai pemain regional dengan kemampuan suplai stabil dan efisien ke pasar Asia.

Produk-produk hilir seperti MEG, Polyols, dan ethylene oxide kini bisa diproduksi dalam jumlah besar dan biaya lebih rendah.

Strategi ini diharapkan membuat TPIA mampu melawan dominasi petrokimia China dan mendorong substitusi impor dalam negeri.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.