Pesta Cuan Januari! 2 Raksasa Blue Chip BBRI dan ADRO Tentukan Tanggal Keramat Dividen
Jakarta — Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang memasuki musim panen dividen interim di awal tahun 2026. Sedikitnya 11 emiten dijadwalkan mentransfer laba mereka ke rekening investor bulan ini.
Namun, perhatian utama pasar tertuju pada dua emiten raksasa: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), yang siap mengguyur “cuan” bernilai triliunan rupiah dalam hitungan hari.
Rincian Tanggal Penting untuk Investor
Para pemburu passive income wajib mencatat tanggal-tanggal krusial berikut untuk memastikan Anda masuk dalam daftar penerima dividen.
1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
Bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia ini telah menetapkan jadwal pembayaran dividen interim jumbo senilai total Rp20,6 Triliun. Setiap pemegang saham berhak menerima Rp137 per lembar saham.
- Tanggal Pembayaran (Payment Date): 15 Januari 2026.
2. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)
Emiten batu bara raksasa ini juga tak mau kalah. ADRO akan membagikan dividen interim sekitar Rp145 per saham, yang juga akan cair bersamaan dengan BBRI.
- Tanggal Pembayaran (Payment Date): 15 Januari 2026.
Jadwal Ex-Date Krusial Hari Ini (9 Januari 2026)
Bagi investor yang mengincar dividen emiten lain, hari ini adalah “tanggal keramat”. Jika Anda membeli saham setelah ex-date, Anda tidak berhak lagi mendapatkan jatah dividen periode ini.
- EAST (PT Eastparc Hotel Tbk): Memasuki Ex-Date di Pasar Tunai hari ini, 9 Januari 2026. Dividen tunai Rp5,6 per saham.
- RDTX (PT Roda Vivatex Tbk): Memasuki Ex-Date di Pasar Tunai hari ini, 9 Januari 2026. Dividen fantastis Rp200 per saham.
Mengapa Ini Penting bagi Anda?
Aksi korporasi pembagian dividen ini sering kali menjadi katalis positif yang menggerakkan harga saham di awal tahun.
Analis pasar memproyeksikan, aliran dana dividen yang masuk ke rekening investor pada pertengahan Januari berpotensi kembali diinvestasikan ke pasar modal, memberikan dorongan positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang baru-baru ini sempat menyentuh rekor 9.000.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.










