Geser Kebawah
BisnisEnergi

Jokowi: Inovasi Petasol Ubah Sampah Plastik Jadi Solar Desa

188
×

Jokowi: Inovasi Petasol Ubah Sampah Plastik Jadi Solar Desa

Sebarkan artikel ini
jokowi inovasi petasol ubah sampah plastik jadi solar desa kompres
Jokowi apresiasi inovasi pengolahan sampah plastik jadi bahan bakar Petasol di Banjarnegara. Teknologi ini dukung petani, solusi limbah, dan energi.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Inovasi Petasol: Transformasi Sampah Plastik Jadi Solar untuk Desa

Pengolahan sampah plastik kini tak hanya menyelesaikan masalah lingkungan tetapi juga membawa dampak positif bagi petani di desa-desa Indonesia. Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan apresiasi besar terhadap inovasi teknologi yang menghasilkan bahan bakar alternatif bernama Petasol.

Sponsor
Iklan

Saat berkunjung ke Bank Sampah Desa Kasilib, Kecamatan Wanadadi, Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (6/1/2025), Jokowi melihat langsung proses pengolahan sampah plastik menjadi solar melalui teknologi pirolisis dan katalis. Hasilnya, bahan bakar tersebut dapat digunakan untuk menjalankan mesin traktor dan alat berat lainnya, yang menjadi kebutuhan vital para petani.

“Kami tadi melihat proses pengolahan sampah plastik menjadi solar. Ini inovasi yang sangat bagus dan bermanfaat, terutama untuk petani di desa-desa,” ujar Jokowi.

Teknologi Pirolisis: Solusi Limbah Plastik

Proses pengolahan sampah plastik di Desa Kasilib menggunakan teknologi pirolisis, yaitu metode pemanasan limbah plastik tanpa oksigen untuk menghasilkan bahan bakar. Dengan tambahan katalis, teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi dan kualitas bahan bakar yang dihasilkan.

“Teknologi seperti ini tidak hanya membantu mengurangi limbah plastik, tetapi juga memenuhi kebutuhan energi alternatif. Pemerintah perlu mendukung pengembangan inovasi ini melalui kajian dan regulasi yang tepat,” tegas Jokowi.

Dalam kunjungannya, Jokowi juga menyaksikan langsung pengaplikasian bahan bakar hasil olahan sampah pada traktor yang digunakan petani. Menurutnya, langkah ini menjadi contoh nyata bagaimana limbah yang semula dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi sumber daya yang bermanfaat.

Kampanye Lingkungan dan Pelestarian Alam

Selain fokus pada pengolahan sampah, kunjungan Jokowi juga diwarnai dengan kegiatan penanaman pohon duku di area sekitar Bank Sampah. Hal ini menjadi bagian dari kampanye pelestarian lingkungan yang sejalan dengan visi mengurangi jejak karbon dan mempromosikan keberlanjutan.

“Kunjungan ini adalah dukungan kami terhadap inovasi yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga lingkungan. Harapan saya, langkah ini dapat menginspirasi desa-desa lain untuk mengembangkan teknologi serupa,” kata Jokowi.

Dampak Besar untuk Desa dan Lingkungan

Jokowi menilai, inovasi pengolahan sampah plastik menjadi Petasol dapat menjadi solusi untuk dua masalah utama: pengelolaan limbah dan kebutuhan energi. Teknologi ini tidak hanya bermanfaat bagi petani dan nelayan, tetapi juga masyarakat desa secara keseluruhan.

“Ini adalah langkah kecil dengan dampak besar. Jika diterapkan secara luas, manfaatnya tidak hanya dirasakan petani dan nelayan, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan,” tambahnya.

Potensi Pengembangan di Daerah Lain

Jokowi berharap, inisiatif yang dimulai dari Desa Kasilib ini dapat menginspirasi daerah lain di Indonesia untuk mengadopsi teknologi serupa. Dengan dukungan regulasi dan insentif dari pemerintah, inovasi ini berpotensi menjadi solusi berkelanjutan untuk berbagai wilayah.

Teknologi seperti pirolisis dan katalis menunjukkan bahwa pengelolaan limbah plastik tidak hanya menjadi tanggung jawab kota-kota besar, tetapi juga dapat diterapkan di desa-desa dengan hasil yang signifikan.

Melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan inovator, langkah-langkah kecil ini dapat menghasilkan perubahan besar bagi Indonesia yang lebih hijau dan mandiri secara energi.

Inovasi pengolahan sampah plastik menjadi Petasol merupakan bukti nyata bahwa teknologi dapat menjadi solusi untuk masalah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dengan dukungan yang tepat, langkah ini dapat menjadi model bagi daerah lain untuk mengatasi limbah plastik dan menciptakan sumber energi alternatif yang berkelanjutan.