SOLO, BursaNusantara.com – Mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), menanggapi kasus dugaan korupsi yang terjadi di anak usaha PT Pertamina (Persero). Kasus ini mencuat dan menjadi perhatian nasional karena nilainya yang fantastis serta melibatkan sejumlah petinggi perusahaan.
Menjawab pertanyaan media, Jokowi menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan sebagaimana mestinya dan siapa pun yang terlibat harus diproses secara hukum.
“Ya diproses saja sesuai dengan proses hukum yang ada. Siapapun, siapapun (yang terlibat),” ujar Jokowi.
Jokowi juga menekankan bahwa sebagai perusahaan besar, Pertamina seharusnya memiliki sistem pengawasan yang lebih ketat. Ia mengingatkan bahwa manajemen perusahaan harus memiliki kontrol yang lebih detail untuk mencegah adanya praktik penyimpangan.
“Ya sekali lagi, ini manajemen besar ya. Manajemen besar. Manajemen besar. Saya kira manajemen kontrol oleh komisaris, manajemen oleh direksi harus lebih detail,” kata Jokowi ketika ditanya apakah dirinya merasa kecolongan dengan adanya kasus ini.
Mantan Wali Kota Solo itu menambahkan bahwa Pertamina merupakan BUMN yang memiliki struktur manajemen kuat dengan proses seleksi jajaran direksi dan komisaris yang panjang.
“Dilihat oleh Menteri BUMN, dilihat oleh Menteri ESDM, kemudian lewat TPA (Tim Penilai Akhir) baru masuk ke saya. Jadi semuanya lewat proses. Tidak bisa semuanya secara ujug-ujug. Karena sekali lagi, ini menyangkut pengelolaan aset yang sangat besar sekali,” lanjutnya.
Kejagung Periksa 10 Orang, Tujuh Jadi Tersangka
Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa 10 orang terkait dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018-2023. Dari hasil pemeriksaan, tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah:
- Yoki Firnandi (YF)
- Riva Siahaan (RS)
- Dimas Werhaspati (DW)
- Gading Ramadhan Joedo (GRJ)
- Sani Dinar Saifuddin (SDS)
- Agus Purwono (AP)
- Muhammad Kerry Andrianto Riza (MKAR)
Sementara itu, tiga orang lainnya yang diperiksa Kejagung sebagai saksi merupakan petinggi Pertamina, yaitu:
- Taufik Adityawarman (Direktur Utama Kilang Pertamina)
- ANW (Manager Treasury PT Pertamina)
- AA (Manager QMS PT Pertamina)
Pemeriksaan terhadap para tersangka dan saksi masih terus berlangsung. Kejagung belum memberikan rincian lebih lanjut terkait modus operandi dalam dugaan kasus ini, tetapi dipastikan penyelidikan akan terus berlanjut guna mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab.
Jokowi Pastikan Produk Pertamina Sudah Terverifikasi
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyinggung bahwa seluruh produk yang dihasilkan oleh Pertamina sudah melalui proses verifikasi dan memenuhi standar kelayakan dari Lembaga Sertifikasi dan Pengujian Minyak dan Gas (Lemigas).
“Jadi semuanya ada proses. Produknya juga semuanya dites, dicek semuanya. Tapi ya apapun yang namanya penyelewengan itu bisa sajalah terjadi,” ujar Jokowi.
Pernyataan ini seolah menegaskan bahwa meskipun ada dugaan korupsi dalam tata kelola keuangan dan bisnis Pertamina, standar mutu produk yang dihasilkan tetap terjaga. Namun, ia tetap mengingatkan bahwa pengawasan harus lebih diperketat agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Dengan mencuatnya kasus ini, perhatian publik kini tertuju pada bagaimana langkah hukum yang akan diambil Kejagung dalam mengusut tuntas kasus tersebut. Pemerintah diharapkan terus memperkuat pengawasan di lingkungan BUMN agar kasus serupa tidak terjadi di masa mendatang.











