Geser Kebawah
PasarSaham

JP Morgan Naikkan Peringkat BBNI, Saham Melonjak 12,7%

130
×

JP Morgan Naikkan Peringkat BBNI, Saham Melonjak 12,7%

Sebarkan artikel ini
JP Morgan Naikkan Peringkat BBNI Saham Melonjak 127
JP Morgan meningkatkan peringkat saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menjadi overweight, mendorong kenaikan saham 12,7% dalam sepekan.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mendapat angin segar setelah JP Morgan menaikkan peringkat sahamnya dari “Netral” menjadi “Overweight” pada 2 Maret 2025. Keputusan ini mencerminkan keyakinan bahwa saham BBNI memiliki potensi kenaikan lebih kuat dalam waktu dekat.

Kenaikan Saham BBNI Mengungguli Bank Besar Lainnya

Setelah peningkatan peringkat oleh JP Morgan, saham BBNI tercatat naik 12,7% dalam lima hari perdagangan, yakni 3-7 Maret 2025. Lonjakan ini menjadikan BBNI sebagai satu-satunya saham bank besar di Indonesia yang membukukan kinerja positif sepanjang tahun ini atau year to date (YTD).

Sponsor
Iklan

Sebaliknya, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 15,1%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 6,6%, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terkoreksi 7,8%. Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan sebesar 5,8% ke level 6.636.

Berdasarkan data tersebut, pemulihan saham BBNI dalam sepekan telah melampaui kinerja IHSG dan menjadi yang terbaik di antara perbankan besar nasional.

Faktor Pendukung Kenaikan Peringkat BBNI oleh JP Morgan

Dalam riset yang ditulis oleh analis JP Morgan Harsh Wardhan Modi, Gaurav Khandelwal, dan Shivansh Puri, terdapat tiga faktor utama yang menjadi dasar peningkatan peringkat saham BBNI:

1. Valuasi yang Menarik

JP Morgan mencatat bahwa bank-bank BUMN di Indonesia telah mengalami penurunan harga saham signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Dengan demikian, dalam jangka pendek diperkirakan akan terjadi reli teknikal.

Valuasi BBNI yang terlihat dari price to book value (PBV) saat ini sebesar 0,9 kali dianggap lebih murah dibandingkan bank besar lainnya, sehingga menjadi peluang investasi yang menarik bagi investor.

2. Fundamental Mulai Stabil

Meskipun terdapat tantangan likuiditas dalam sistem perbankan Indonesia, JP Morgan menilai ekspektasi laba per saham (EPS) BBNI saat ini telah berada pada level yang lebih defensif. Dengan demikian, revisi negatif terhadap laba diperkirakan tidak akan lagi memberikan tekanan besar pada harga saham BBNI dalam jangka pendek.

3. Potensi Pemulihan Jangka Menengah

JP Morgan menilai kebijakan makroekonomi Indonesia yang mendukung pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tinggi, baik secara riil maupun nominal, pada akhirnya akan menciptakan kondisi pemulihan struktural bagi sektor perbankan. Hal ini memberikan sentimen positif bagi saham BBNI dalam jangka menengah hingga panjang.

Prospek Saham BBNI ke Depan

Dengan valuasi yang menarik, fundamental yang mulai stabil, serta strategi bisnis yang berorientasi pada perbaikan profitabilitas jangka panjang, JP Morgan melihat BBNI sebagai saham yang layak diperhitungkan oleh investor.

Peningkatan rating menjadi “Overweight” oleh JP Morgan mencerminkan keyakinan bahwa saham ini memiliki prospek lebih baik dibandingkan sebelumnya. Para investor kini menanti bagaimana strategi BBNI dalam meningkatkan kinerjanya agar mampu memenuhi ekspektasi pasar dan mempertahankan momentum positifnya.

Pada Januari 2025, BNI mencetak pertumbuhan laba bersih tertinggi di antara bank-bank besar lainnya, yakni naik 9,7% menjadi Rp 1,6 triliun. Jika tren positif ini berlanjut, bukan tidak mungkin BBNI akan semakin menjadi incaran investor di masa mendatang.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.