Geser Kebawah
Gaya HidupSeni & Hiburan

Justin Timberlake Ungkap Derita Lyme di Balik Tur Dunia

95
×

Justin Timberlake Ungkap Derita Lyme di Balik Tur Dunia

Sebarkan artikel ini
Justin Timberlake Ungkap Derita Lyme di Balik Tur Dunia
Justin Timberlake umumkan mengidap penyakit lyme usai tur dunia, ungkap perjuangan pribadi dan tekanan fisik-mental selama konser berlangsung.

Di Balik Gemerlap Panggung, Justin Timberlake Sembunyikan Luka Lyme

JAKARTA, BursaNusantara.com – Di tengah sorotan lampu panggung dan teriakan ribuan penggemar, Justin Timberlake ternyata menyimpan beban berat yang tak terlihat publik.

Usai menuntaskan rangkaian Forget Tomorrow World Tour, penyanyi asal Amerika itu mengungkapkan dirinya tengah berjuang melawan penyakit lyme, sebuah infeksi bakteri menular yang dapat melumpuhkan baik fisik maupun mental.

Sponsor
Iklan

Dalam unggahannya di Instagram, Timberlake menyampaikan bahwa keputusan untuk membuka kondisi kesehatannya bukan untuk mencari simpati, melainkan bentuk keterusterangan atas perjuangan pribadi yang ia hadapi di balik layar industri hiburan.

Diagnosis Mengejutkan di Tengah Tur Global

Justin mengaku pertama kali mengetahui dirinya terkena lyme saat tur tengah berjalan.

Diagnosa itu datang mengejutkan, memunculkan dilema besar: melanjutkan konser yang telah dijadwalkan bertahun-tahun, atau berhenti dan fokus pada pemulihan.

Pilihan itu tidak mudah bagi seorang seniman yang selama dua dekade terakhir dikenal dengan komitmen tinggi terhadap penampilan panggung.

Namun dalam ketidakpastian tersebut, Timberlake menemukan kekuatan justru dari apa yang selama ini ia cintai musik dan audiensnya.

Alih-alih membatalkan sisa konser, ia memilih tetap berdiri di atas panggung meski tubuhnya sedang melemah.

Ia menyatakan bahwa energi yang diterimanya dari penonton menjadi penguat untuk menuntaskan tur dengan rasa bangga dan syukur.

Penyakit Lyme: Menggerogoti Diam-diam

Penyakit lyme yang diderita Timberlake disebabkan oleh infeksi bakteri Borrelia burgdorferi, yang ditularkan melalui gigitan kutu rusa yang telah terinfeksi.

Meski terdengar sepele, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak segera ditangani.

Menurut pakar medis Leana Wen, lyme terbagi menjadi tiga tahap progresif dimulai dari gejala ringan seperti flu hingga kerusakan neurologis dan sistemik yang lebih kompleks.

Tahap pertama muncul 1-30 hari setelah infeksi, biasanya dengan demam, nyeri otot, dan kelelahan.

Tahap kedua yang terjadi dalam 3-12 minggu bisa memunculkan gejala lebih luas seperti nyeri sendi, gangguan jantung, hingga kelumpuhan wajah.

Sementara tahap kronis atau stadium tiga seringkali menimbulkan komplikasi serius seperti gangguan saraf jangka panjang dan nyeri yang sulit hilang.

Timberlake mengaku merasakan langsung ketegangan fisik dan mental yang membuatnya hampir menyerah di tengah jalan.

Namun tekadnya untuk terus menghibur dan mencintai pekerjaannya membuatnya melanjutkan langkah, meski dengan kondisi tubuh yang tak sempurna.

Bukan Satu-Satunya: Lyme Mengincar Figur Populer

Justin Timberlake bukan satu-satunya selebritas global yang mengungkapkan perjuangan melawan lyme.

Sebelumnya, penyanyi pop Justin Bieber sempat mengumumkan diagnosa serupa pada 2020, yang menyebabkan penurunan drastis dalam kondisi fisiknya saat itu.

Model ternama Bella Hadid bahkan terpaksa menarik diri dari dunia fesyen sepanjang 2023 karena gejala stadium lanjut lyme yang terus berulang.

Avril Lavigne juga pernah menderita kondisi berat akibat penyakit ini, dan sempat vakum panjang dari dunia musik.

Pengalaman mereka menunjukkan bahwa lyme bukan sekadar penyakit menular biasa, tetapi dapat menjadi ancaman kesehatan jangka panjang yang tidak pandang bulu termasuk kepada tokoh publik yang terlihat selalu sehat.

Bagi Timberlake, mengakui kondisi ini kepada dunia adalah bentuk kejujuran dan keberanian yang tidak mudah dilakukan di tengah industri hiburan yang menuntut kesempurnaan.

Menolak Menyerah, Merangkul Realitas

Melalui pernyataannya, Timberlake ingin menunjukkan bahwa di balik panggung megah dan koreografi presisi, ada pergulatan yang nyata antara semangat dan keterbatasan tubuh.

Ia menyebut perjuangannya bukan sebagai drama personal, melainkan sebagai bagian dari kenyataan yang harus dihadapi semua orang termasuk mereka yang bekerja di industri hiburan.

Dengan nada rendah hati, ia berharap keterbukaannya dapat mendorong publik untuk lebih memahami bahwa kesehatan mental dan fisik adalah perjuangan yang valid, bahkan bagi mereka yang tampaknya berada di puncak popularitas.

Konser yang tuntas dijalani menjadi simbol kemenangan kecil di tengah tekanan besar yang dialaminya secara pribadi.

Timberlake menutup pernyataannya dengan penuh harapan bahwa ia akan terus menjalani pengobatan, beristirahat, dan fokus untuk memulihkan diri, tanpa kehilangan semangat untuk kembali ke panggung.

Tinggalkan Balasan