Ekonomi Makro

Kadin Ramal Ekonomi Indonesia 2026 Tembus 5,4%, Ini Rahasianya!

264
Kadin Ramal Ekonomi Indonesia 2026 Tembus 5,4%, Ini Rahasianya!
Anindya Bakrie & Menkeu Purbaya optimistis ekonomi 2026 capai 5,4%-6%. Simak 3 strategi utama mulai dari Danantara hingga konsumsi domestik di sini!

Target 5,4%: Kadin Ungkap 3 "Senjata Rahasia" Penggerak Ekonomi Indonesia di 2026

JAKARTA – Di tengah dinamika pasar global, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melempar sinyal optimisme tinggi.

Ketua Umum Kadin, Anindya Novyan Bakrie, memproyeksikan ekonomi nasional mampu melaju hingga 5,4 persen pada tahun 2026.

Angka ini bukan sekadar target di atas kertas. Dalam forum Global & Domestic Economic Outlook 2026, Anindya membedah tiga komponen krusial yang akan menjadi tulang punggung pertumbuhan Indonesia ke depan.

1. Belanja Pemerintah yang “Gaspoll” ke Daerah

Kadin menekankan bahwa kunci pertumbuhan ada pada efektivitas konsumsi.

Program populis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan Koperasi Merah Putih diharapkan tidak hanya menjadi jaring pengaman sosial, tetapi juga motor penggerak sektor riil di tingkat akar rumput

Fokusnya jelas: memastikan uang negara mengalir hingga ke pelosok daerah untuk memicu pemerataan ekonomi.

2. Perdagangan: Memanfaatkan Tren Positif

Indonesia tidak ingin kehilangan momentum. Dengan kinerja perdagangan yang terus membaik, Kadin mendorong pemerintah untuk memperluas akses pasar.

Sektor perdagangan diharapkan menjadi jembatan bagi produk lokal untuk bersaing lebih agresif di kancah internasional pada 2026.

3. “Efek Danantara” pada Sektor Investasi

Komponen ketiga yang paling dinanti adalah peran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Kehadiran lembaga ini diyakini akan menjadi game changer dalam menarik aliran modal asing (FDI) dan memperkuat stabilitas investasi domestik.

Optimisme Menkeu: Target 6 Persen Bukan Mustahil

Sejalan dengan Kadin, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan memasang standar lebih tinggi dengan target 6 persen. Strateginya adalah menyelaraskan tiga mesin utama: fiskal, sektor keuangan, dan investasi.

Namun, pemerintah diingatkan bahwa semua ambisi ini harus bertumpu pada satu fondasi: Ketahanan Pangan.

Distribusi pangan yang lancar dan harga yang terjangkau bagi masyarakat bawah adalah syarat mutlak agar stabilitas ekonomi tetap terjaga saat mengejar target pertumbuhan tinggi tersebut.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version