Aksi KorporasiHeadlinePasar

Kalbe Farma Bagi Dividen & Genjot Produksi Obat Kanker

134
Kalbe Farma Bagi Dividen & Genjot Produksi Obat Kanker
Kalbe Farma (KLBF) bagikan dividen tunai Rp1,7 triliun dan perluas fasilitas produksi onkologi melalui anak usaha GOF.

Kalbe Farma Genjot Kinerja dengan Dividen dan Ekspansi Onkologi

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) terus menunjukkan strategi pertumbuhan yang konsisten, baik lewat aksi korporasi maupun penguatan bisnis inti.

Emiten farmasi ini resmi membagikan dividen tunai senilai Rp1,7 triliun atau 52% dari laba bersih tahun buku 2024 kepada para pemegang saham.

Dengan rasio dividen yang cukup atraktif, para investor berhak menerima Rp36 per saham. Berdasarkan harga saham KLBF yang ditutup di level Rp1.440 per saham pada Kamis (22/5), yield dividen tersebut berada di kisaran 2,5%.

Langkah pembagian dividen dilakukan di tengah capaian positif Kalbe pada kuartal I 2025, yang mencatatkan laba bersih Rp1,07 triliun, naik 12,44% dibanding periode sama tahun lalu.

Kinerja Fundamental Solid, Saham KLBF Dilirik Analis

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyebut kinerja KLBF cukup menjanjikan secara fundamental.

Ia menyatakan bahwa secara teknikal saham ini masih dalam tren bullish, meski ia memilih bersikap wait and see untuk jangka pendek.

Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai langkah dividen ini menarik untuk investor yang mencari return stabil. Ia menetapkan target harga KLBF di Rp1.675 per saham dengan rekomendasi hold.

Dengan pergerakan saham yang relatif stabil dan didukung oleh pertumbuhan laba, Kalbe dianggap mampu menjaga kepercayaan investor melalui kombinasi pembagian dividen dan ekspansi usaha.

Kalbe Perluas Produksi Obat Kanker lewat Global Onkolab Farma

Masih pada hari yang sama, KLBF melalui anak usahanya PT Global Onkolab Farma (GOF) meresmikan fasilitas perluasan produksi obat onkologi di Indonesia.

Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap tingginya kebutuhan terapi kanker dan upaya memperkuat ketahanan farmasi nasional.

Nafan menilai bahwa pengembangan lini onkologi Kalbe akan memperbesar kapasitas produksi sekaligus meningkatkan margin laba.

Menurutnya, sektor onkologi menjadi salah satu penopang pertumbuhan jangka panjang, terutama mengingat kebutuhan terapi kanker yang terus meningkat.

Senada, Nico menilai ekspansi tersebut bukan hanya akan mendorong kinerja jangka panjang, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku yang saat ini masih mencapai 80%.

“Meski memerlukan investasi besar di awal, dalam jangka menengah hingga panjang, fasilitas ini bisa memperkuat posisi Kalbe di pasar domestik dan global,” jelas Nico.

Dengan aksi korporasi ganda ini dividen dan ekspansi produksi Kalbe Farma menunjukkan keseriusannya dalam memberikan nilai tambah kepada investor sekaligus memperkuat kontribusinya dalam industri farmasi nasional.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version