Geser Kebawah
PasarSaham

Kaleidoskop 2024: Buyback Saham Triliunan Rupiah oleh ADRO, BBRI, hingga GOTO

189
×

Kaleidoskop 2024: Buyback Saham Triliunan Rupiah oleh ADRO, BBRI, hingga GOTO

Sebarkan artikel ini
kaleidoskop 2024 buyback saham triliunan rupiah oleh adro bbri hingga goto compress
Aksi buyback saham raksasa seperti ADRO, BBRI, hingga GOTO mewarnai 2024. Strategi ini menjaga likuiditas pasar, menguatkan kinerja saham, dan memberikan sinyal kepercayaan.

Kaleidoskop 2024: Dinamika Buyback Saham Raksasa di Bursa Efek Indonesia

JAKARTA, BursaNusantara.com – Sepanjang tahun 2024, Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi saksi aksi buyback saham dengan nilai triliunan rupiah dari sejumlah perusahaan raksasa. Aksi ini tidak hanya menjadi langkah strategis bagi para emiten untuk menjaga likuiditas pasar, tetapi juga menunjukkan komitmen mereka dalam meningkatkan nilai investasi pemegang saham.

Sponsor
Iklan

Aksi buyback ini dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar, termasuk PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), hingga PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO). Berikut adalah rangkuman perjalanan buyback saham selama 2024.

Awal Tahun: Langkah Perdana oleh AVIA

Pada Januari 2024, PT Avia Avian Tbk. (AVIA) memulai langkah buyback saham senilai Rp1 triliun. Langkah ini dilaksanakan sejak 7 Desember 2023 hingga 9 Januari 2024. AVIA, yang terafiliasi dengan konglomerat Hermanto Tanoko, membeli kembali 1,42 miliar lembar saham atau sekitar 2,3% dari total modal disetor.

Langkah ini memberikan sinyal positif kepada pasar, meskipun persentasenya belum mendominasi aktivitas pasar saham AVIA secara keseluruhan.

Maret: BBRI Turut Ambil Bagian

Pada bulan Maret, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) mendapat persetujuan untuk buyback senilai Rp1,5 triliun. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 13 Maret 2024.

Direktur Utama BRI, Sunarso, menyatakan bahwa aksi buyback ini adalah langkah untuk memberikan sinyal kepercayaan kepada pasar bahwa kondisi fundamental perusahaan lebih baik dari yang dipersepsikan. Dana buyback ini berasal dari kas internal perusahaan dan akan dialokasikan untuk program kepemilikan saham pekerja (employee stock allocation) berdasarkan capaian kinerja.

Proses buyback BBRI dijadwalkan berlangsung secara bertahap selama 18 bulan pasca-RUPST.

Mei: Momentum Besar ADRO dan KLBF

Pada bulan Mei, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) – yang sebelumnya dikenal sebagai Adaro Energy Indonesia Tbk. – mengumumkan buyback senilai Rp4 triliun. Langkah ini diumumkan dalam RUPST yang digelar pada 15 Mei 2024.

Boy Thohir, Direktur Utama ADRO, menyebutkan bahwa buyback ini akan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu 12 bulan setelah persetujuan RUPST. Saham yang dibeli kembali akan memperkuat posisi perusahaan dalam menghadapi transisi bisnis menuju sektor hijau dan mineral.

Pada bulan yang sama, PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) juga mengumumkan buyback saham senilai maksimal Rp1 triliun dengan harga maksimal Rp1.600 per saham. Direktur KLBF, Kartika Setiabudy, menjelaskan bahwa buyback ini dilakukan sebagai respons terhadap harga saham yang turun, meskipun fundamental perusahaan tetap kuat.

Proses buyback KLBF direncanakan berlangsung dari 16 Mei 2024 hingga 15 Mei 2025.

Juni: GOTO dan Harita Nickel Melanjutkan Tren

Memasuki pertengahan tahun, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) mendapat persetujuan untuk melakukan buyback senilai US$200 juta atau sekitar Rp3,2 triliun. Langkah ini menjadi bagian dari strategi GOTO untuk memperbaiki arus kas dan memperkuat posisi pasar.

Patrick Walujo, Direktur Utama GOTO, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bukti kemajuan perusahaan dalam mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.

Di sisi lain, PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) atau Harita Nickel juga mengumumkan buyback senilai maksimal Rp1 triliun. Direktur Utama Harita Nickel, Roy Arman Arfandy, menyebutkan bahwa harga saham NCKL belum mencerminkan fundamental perusahaan yang kuat, sehingga buyback ini menjadi langkah strategis untuk menguatkan posisi saham.

Tren dan Implikasi Buyback Saham

Buyback saham selama 2024 menunjukkan bahwa emiten besar tidak hanya berfokus pada kinerja jangka pendek, tetapi juga pada pertumbuhan jangka panjang dan peningkatan nilai bagi pemegang saham.

Aksi buyback ini menjadi sinyal positif bagi pasar, mencerminkan kepercayaan diri perusahaan terhadap fundamental mereka di tengah tantangan ekonomi global.

Prospek 2025: Optimisme di Tengah Tantangan

Dengan total buyback mencapai triliunan rupiah, langkah ini diharapkan dapat memberikan stabilitas pada pasar modal Indonesia. Ke depan, para emiten besar diprediksi akan terus memanfaatkan strategi buyback untuk mengelola likuiditas dan meningkatkan daya tarik saham mereka di mata investor.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.