JAKARTA, BursaNusantara.com – Realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sepanjang tahun 2024 mencatat pencapaian gemilang dengan angka Rp 90,1 triliun. Angka ini mencapai 115% dari target yang telah ditetapkan, sekaligus menjadi bukti konkret bahwa KEK berperan vital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, serapan tenaga kerja yang mencapai 47.747 orang atau 122% dari target menunjukkan dampak nyata KEK terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Peran KEK dalam Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Secara kumulatif, KEK telah berhasil mencatat total investasi sebesar Rp 263,4 triliun sejak pertama kali diluncurkan. Investasi ini melibatkan 403 pelaku usaha dan menciptakan lapangan kerja bagi 160.874 orang di berbagai sektor. Tak hanya menjadi motor penggerak investasi, KEK juga dirancang untuk mendorong pemerataan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.
Sekretaris Kementerian Koordinator (Sesmenko) Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menegaskan bahwa KEK memegang peranan penting dalam strategi pemerintah mencapai pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8% dalam beberapa tahun mendatang.
“Untuk mencapai target ekonomi 8%, kita memerlukan investasi hingga Rp 13.032 triliun dalam 5 tahun ke depan. Peran KEK menjadi sangat penting menuju pencapaian target pertumbuhan tersebut,” ujar Susiwijono dalam pernyataan resminya pada Rabu (22/1/2025).
Kinerja Luar Biasa KEK di 2024
Tujuh KEK berhasil melampaui target investasi dan tenaga kerja di tahun 2024. KEK tersebut adalah:
- KEK Sei Mangkei
- KEK Singhasari
- KEK Kendal
- KEK Nongsa
- KEK Lido
- KEK Sanur
- KEK Kura Kura Bali
Sementara itu, beberapa KEK lainnya juga mencatat keberhasilan signifikan dalam penyerapan tenaga kerja lebih dari 100%, seperti KEK Tanjung Lesung, KEK Mandalika, dan KEK Gresik. Prestasi ini tidak hanya membuktikan efektivitas pengelolaan KEK, tetapi juga memperlihatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi global.
Target Ambisius Tahun 2025
Pemerintah menargetkan penetapan lima KEK baru pada tahun 2025, menambah daftar 24 KEK yang telah beroperasi. Dengan penambahan ini, diharapkan investasi di KEK semakin meningkat, baik dari sisi jumlah maupun dampaknya terhadap perekonomian nasional.
Plt. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menyampaikan bahwa KEK adalah program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo. “KEK diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 5 tahun ke depan,” ujar Rizal Edwin.
Selain menambah jumlah KEK, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam pengembangan kawasan ini. Investasi infrastruktur di sekitar KEK, penguatan ekosistem bisnis, serta penciptaan efek pengganda diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan ke seluruh wilayah Indonesia.
Tantangan Ekonomi Global
Meski menunjukkan capaian yang menggembirakan, KEK juga dihadapkan pada tantangan besar akibat ketidakpastian ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksikan hanya mencapai 3,2% pada tahun 2024 dan 2025, lebih rendah dibandingkan rata-rata historis. Beberapa faktor yang memengaruhi antara lain:
- Fragmentasi geoekonomi
- Lonjakan harga akibat ketegangan geopolitik
- Suku bunga tinggi
- Perlambatan ekonomi di Republik Rakyat Tiongkok (RRT)
- Dampak pemerintahan baru Amerika Serikat (AS)
Namun, dengan kewaspadaan dan kebijakan yang tepat, KEK diharapkan tetap menjadi katalisator penting dalam menjaga resiliensi ekonomi Indonesia.
Dengan realisasi investasi yang melampaui target pada tahun 2024, KEK telah membuktikan diri sebagai salah satu instrumen utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Keberhasilan ini menjadi pondasi kuat bagi pemerintah dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% di masa depan. Melalui kolaborasi yang solid, pengembangan infrastruktur, dan kebijakan yang adaptif, KEK diharapkan mampu menghadapi tantangan global sekaligus membawa manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat.












