Geser Kebawah
Internasional

Kekayaan Elon Musk Anjlok Rp 476 Triliun dalam Semalam

207
×

Kekayaan Elon Musk Anjlok Rp 476 Triliun dalam Semalam

Sebarkan artikel ini
Kekayaan Elon Musk Anjlok Rp 476 Triliun Dalam Semalam
Kekayaan Elon Musk turun drastis US$ 29 miliar akibat anjloknya saham Tesla. Musk tetap optimis meski menghadapi tantangan besar.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Orang terkaya dunia, Elon Musk, mengalami penurunan kekayaan yang signifikan setelah saham Tesla anjlok dalam perdagangan terbaru. Dalam semalam, kekayaannya menyusut hingga US$ 29 miliar atau sekitar Rp 476 triliun. Namun, Musk tetap tenang dan menyatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja dalam jangka panjang.

Kekayaan Musk Tergerus Drastis

Menurut Bloomberg Billionaires Index pada Selasa (11/3/2025), kekayaan bersih Elon Musk yang sebelumnya mencapai US$ 330 miliar pada Minggu (9/3/2025), turun menjadi US$ 301 miliar pada Senin (10/3/2025) malam. Penurunan ini setara dengan 6,7% dari total kekayaan Musk dalam satu hari.

Sponsor
Iklan

Sejak awal 2025, kekayaan Musk sudah terpangkas US$ 132 miliar, setelah mencapai puncaknya di angka US$ 486 miliar pada Desember 2024. Kondisi ini dipengaruhi oleh penurunan harga saham Tesla yang semakin memburuk.

Saham Tesla Anjlok, Penjualan Menurun

Salah satu penyebab utama penurunan kekayaan Musk adalah merosotnya harga saham Tesla. Pada perdagangan Nasdaq, Senin (10/3/2025), saham Tesla ditutup di level US$ 222,15, turun 15,43% atau US$ 40,52 dari nilai sebelumnya. Ini merupakan penurunan harian terbesar sejak September 2020, ketika harga saham Tesla anjlok 21,1%.

Penurunan ini diperparah oleh merosotnya permintaan kendaraan listrik Tesla di beberapa pasar utama. Pesanan di Jerman turun hingga 70%, sementara pengiriman ke China berkurang 49%. Selain itu, peran baru Musk sebagai kepala Departemen Efisiensi Pemerintah AS (DOGE) juga menambah tekanan terhadap perusahaan.

Dampak Kondisi Pasar dan Kebijakan Trump

Selain faktor internal Tesla, anjloknya pasar saham AS juga berkontribusi terhadap penurunan kekayaan Musk. Indeks Nasdaq 100 turun 4% dan S&P 500 turun 3% akibat kekhawatiran investor terhadap kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Donald Trump.

Pemerintah AS baru-baru ini menerapkan tarif impor baru yang memicu aksi jual besar-besaran di pasar. Langkah ini meningkatkan ketidakpastian ekonomi dan menyebabkan penurunan saham berbagai perusahaan teknologi, termasuk Tesla.

Respons Elon Musk

Menanggapi kondisi ini, Musk tetap menunjukkan optimisme. Dalam unggahannya di platform X, ia mengatakan, “Ini akan baik-baik saja dalam jangka panjang,” meredakan kekhawatiran investor dan penggemarnya.

Meski demikian, tekanan terhadap Musk semakin besar, terutama karena keterlibatannya dalam pemerintahan Trump dan pengawasan regulasi terhadap perusahaannya, termasuk Tesla, SpaceX, dan X.

Tantangan di SpaceX dan X

Di luar Tesla, Musk juga menghadapi tantangan lain. Platform media sosial X mengalami gangguan besar akibat dugaan serangan siber, yang menyebabkan ribuan pengguna melaporkan masalah akses.

“Ada serangan siber besar-besaran terhadap X. Kami diserang setiap hari, tetapi kali ini skalanya lebih besar,” tulis Musk di akun resminya.

Selain itu, program roket Starship SpaceX juga mengalami kemunduran setelah dua peluncuran pertama gagal. Ledakan terbaru pada Kamis (6/3/2025) menyebabkan puing-puing berserakan dan mengganggu penerbangan di wilayah sekitarnya.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Musk tetap yakin bahwa Tesla dan perusahaan-perusahaannya akan kembali bangkit dalam waktu dekat.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru