Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

Kekayaan Prajogo Pangestu Hangus Rp 149 Triliun Akibat Saham Grup Barito Terjun Bebas

185
×

Kekayaan Prajogo Pangestu Hangus Rp 149 Triliun Akibat Saham Grup Barito Terjun Bebas

Sebarkan artikel ini
kekayaan prajogo pangestu hangus rp 149 triliun akibat saham grup barito terjun bebas kompres
Kekayaan Prajogo Pangestu turun Rp 149 triliun akibat anjloknya saham Grup Barito seperti BREN, CUAN, dan PTRO setelah keputusan MSCI.

Saham Grup Barito Anjlok, Kekayaan Prajogo Pangestu Terkikis Drastis

JAKARTA, BursaNusantara.com – Kejatuhan harga saham emiten di bawah naungan Grup Barito menyebabkan kekayaan konglomerat Prajogo Pangestu menyusut drastis.

Berdasarkan data Forbes Real Time Net Worth per Jumat (7/2), kekayaannya tercatat sebesar US$ 35,3 miliar atau sekitar Rp 574,78 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.283 per dolar AS. Namun, angka ini mengalami penyusutan sebesar 20,61% atau setara dengan Rp 149,8 triliun dalam sehari.

Sponsor
Iklan

Saham-Saham Grup Barito Merosot Tajam

Anjloknya kekayaan Prajogo Pangestu sejalan dengan koreksi besar-besaran pada saham Grup Barito. Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatatkan penurunan terdalam, anjlok 24,61% ke level Rp 2.880 per saham. Saham PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) juga mengalami koreksi signifikan sebesar 19,94% menjadi Rp 7.025, sementara saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 19,96% ke level Rp 11.325 per saham.

Selain itu, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ikut terkena dampak negatif dengan penurunan masing-masing sebesar 10,44% dan 19,14%. Pelemahan serentak ini semakin menekan kapitalisasi pasar Grup Barito secara keseluruhan.

Faktor Pemicu Anjloknya Saham

Pelemahan saham Grup Barito dipicu oleh keputusan MSCI yang tidak memasukkan BREN, CUAN, dan PTRO dalam daftar rebalancing indeks MSCI untuk Februari 2025. Keputusan ini diambil setelah MSCI melakukan analisis mendalam serta mempertimbangkan masukan dari pelaku pasar terkait potensi permasalahan investasi pada saham-saham tersebut.

Keputusan ini mengejutkan pasar, mengingat sebelumnya ada spekulasi bahwa saham-saham Grup Barito memiliki peluang besar untuk masuk dalam indeks MSCI. Kegagalan masuk indeks membuat tekanan jual meningkat drastis, mengakibatkan koreksi besar-besaran pada harga saham terkait.

Dampak Terhadap Pasar Saham Indonesia

Keputusan MSCI yang mengecualikan saham Grup Barito memberikan dampak luas terhadap pasar saham Indonesia. Investor institusi yang sebelumnya mengantisipasi masuknya saham-saham ini ke dalam MSCI terpaksa melakukan rebalancing portofolio, menyebabkan tekanan jual semakin membesar.

Selain itu, volatilitas tinggi pada saham Grup Barito juga menciptakan ketidakpastian di kalangan investor ritel. Banyak yang mempertanyakan apakah koreksi ini hanya sementara atau menandakan perubahan fundamental yang lebih dalam terhadap emiten-emiten tersebut.

Prospek Saham Grup Barito ke Depan

Analis pasar modal menilai bahwa pemulihan saham Grup Barito bergantung pada strategi yang diambil oleh masing-masing perusahaan untuk mengatasi tekanan pasar. Jika ada langkah konkret untuk memperbaiki transparansi dan meningkatkan likuiditas saham, peluang pemulihan tetap terbuka.

Namun, untuk jangka pendek, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan memperhatikan perkembangan lebih lanjut terkait kebijakan MSCI serta respons pasar terhadap situasi ini. Saham-saham Grup Barito masih berada dalam tren bearish, dan dibutuhkan sentimen positif yang kuat untuk membalikkan arah pasar.

Kejatuhan saham Grup Barito telah menggerus kekayaan Prajogo Pangestu sebesar Rp 149 triliun dalam sehari, akibat keputusan MSCI yang mengecualikan beberapa saham grup ini dari daftar rebalancing indeks. Tekanan jual yang tinggi mendorong saham PTRO, BREN, CUAN, BRPT, dan TPIA turun signifikan, menciptakan ketidakpastian bagi investor. Pemulihan saham akan sangat bergantung pada strategi perusahaan dalam mengembalikan kepercayaan pasar dan meningkatkan kinerja ke depan.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.