Internasional

Keputusan BoK: Stabilkan Suku Bunga di Tengah Gejolak Politik

105
keputusan bok stabilkan suku bunga di tengah gejolak politik kompres
Bank Sentral Korea Selatan (BoK) pertahankan suku bunga di 3%, mengejutkan pasar dengan fokus pada inflasi stabil dan ekonomi domestik.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Bank Sentral Korea Selatan (BoK) pada Kamis, 16 Januari 2025, mengumumkan keputusan mengejutkan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 3%.

Langkah ini mematahkan ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan pemangkasan sebesar 25 basis poin (bps), berdasarkan survei ekonom oleh Reuters. Keputusan ini menyoroti upaya bank sentral dalam menilai dinamika ekonomi domestik dan global yang terus berkembang.

Dalam pernyataan resminya, BoK menyebutkan bahwa inflasi di Korea Selatan telah stabil, sementara pertumbuhan utang rumah tangga menunjukkan tanda-tanda pelambatan. Namun, bank juga mencatat bahwa risiko terhadap pertumbuhan ekonomi meningkat secara signifikan akibat ketidakpastian politik dan volatilitas nilai tukar.

“Risiko penurunan pertumbuhan ekonomi telah meningkat, dan volatilitas nilai tukar semakin besar karena meningkatnya ketidakpastian politik,” ungkap BoK dalam pernyataan yang dikutip dari CNBC Internasional.

Dampak Keputusan terhadap Pasar Finansial

Keputusan untuk mempertahankan suku bunga memberikan dampak langsung pada pasar finansial Korea Selatan. Indeks Kospi mencatat kenaikan 1,25%, sedangkan indeks Kosdaq yang berfokus pada perusahaan berkapitalisasi kecil melonjak 1,69%. Won Korea Selatan juga menguat sebesar 0,3% terhadap dolar AS, diperdagangkan pada 1.450,27 per dolar.

Alex Holmes, Direktur Penelitian untuk Asia di Economist Intelligence Unit, mengomentari keputusan ini sebagai langkah sulit bagi BoK. Menurutnya, meskipun sektor ekspor tertentu seperti semikonduktor dan elektronik menunjukkan performa positif, ekonomi domestik masih berjuang untuk mendapatkan momentum. “Ini menciptakan tantangan besar bagi BoK. Di satu sisi, ekonomi domestik menghadapi tekanan, sementara di sisi lain, pelemahan mata uang harus diatasi,” ujar Holmes.

Latar Belakang Ekonomi dan Politik

Keputusan ini diambil di tengah situasi politik yang sedang bergolak di Korea Selatan. Pada Rabu, 15 Januari 2025, Presiden Yoon Suk Yeol ditangkap setelah dimakzulkan, menjadikannya presiden pertama dalam sejarah Korea Selatan yang menghadapi penahanan saat menjabat. Ketidakstabilan politik ini memperburuk ketidakpastian ekonomi, memengaruhi volatilitas pasar.

Holmes juga mencatat bahwa 2024 adalah tahun pertama dalam sejarah modern Korea Selatan di mana utang rumah tangga mengalami penurunan. Namun, ia menegaskan bahwa BoK perlu berhati-hati untuk tidak memangkas suku bunga terlalu cepat guna mencegah potensi rebound utang rumah tangga yang berisiko bagi stabilitas ekonomi jangka panjang.

Prospek Kebijakan BoK

BoK berada dalam posisi sulit untuk menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas mata uang. Won telah mengalami penurunan yang lebih signifikan dibandingkan yen Jepang sejak Oktober 2024, meskipun selisih suku bunga dengan Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) relatif kecil. Hal ini menambah tekanan bagi BoK untuk mempertahankan kebijakan moneter yang hati-hati.

“Kami memperkirakan BoK akan tetap waspada dalam beberapa bulan mendatang. Dengan inflasi yang terkendali, fokus utama adalah menjaga stabilitas ekonomi domestik sambil merespons perubahan kebijakan global,” kata Holmes.

Keputusan BoK: Stabilkan Suku Bunga di Tengah Gejolak Politik

Keputusan BoK untuk mempertahankan suku bunga di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik menunjukkan pendekatan berhati-hati dalam menghadapi tantangan domestik dan global. Pasar telah merespons dengan optimisme, tetapi tantangan tetap ada bagi bank sentral untuk menavigasi ekonomi Korea Selatan melalui periode yang penuh ketidakpastian.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version