Geser Kebawah
BankKeuangan

Kerugian Bank Aladin Susut 67% di 2024, NPF Tetap Rendah

58
×

Kerugian Bank Aladin Susut 67% di 2024, NPF Tetap Rendah

Sebarkan artikel ini
Kerugian Bank Aladin Susut 67% di 2024, NPF Tetap Rendah
Bank Aladin mencatat rugi bersih Rp 73,72 miliar di 2024, menyusut 67%. Pembiayaan tumbuh 53% yoy, NPF tetap terjaga di bawah 0,05%.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) berhasil mencatatkan perbaikan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang tahun 2024.

Emiten bank digital syariah ini membukukan rugi bersih sebesar Rp 73,72 miliar, menyusut 67,48% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 226,73 miliar.

Sponsor
Iklan

Penyusutan kerugian ini turut menurunkan rugi per saham dasar dari Rp 16 menjadi Rp 5 per saham pada akhir 2024. Kinerja ini mencerminkan efisiensi dan peningkatan performa operasional yang signifikan sepanjang tahun.

Pertumbuhan Pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga

Salah satu faktor utama yang mendorong perbaikan kinerja Bank Aladin adalah peningkatan signifikan dalam penyaluran pembiayaan. Hingga akhir 2024, total pembiayaan tumbuh 53,08% year on year (yoy) menjadi Rp 4,74 triliun.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun juga meningkat tajam sebesar 66,20% yoy, mencapai Rp 5,41 triliun. Sebagian besar dana tersebut masih didominasi oleh instrumen deposito.

Deposito mudharabah tercatat meningkat 72,86% yoy menjadi Rp 4,74 triliun, menunjukkan kepercayaan nasabah terhadap produk simpanan berjangka Bank Aladin. Sementara itu, tabungan mudharabah turut tumbuh 30,26% yoy, dengan nilai mencapai Rp 665,21 miliar.

Risiko Terjaga dan NPF Sangat Rendah

Meski mengalami pertumbuhan pesat, Bank Aladin tetap mampu menjaga kualitas aset. Hingga akhir 2024, pembiayaan yang masuk kategori direstrukturisasi tercatat mencapai Rp 903 miliar, namun seluruhnya masih dalam status kolektibilitas lancar.

Lebih lanjut, tingkat pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) berada pada level yang sangat rendah. NPF gross dan NPF net masing-masing tercatat sebesar 0,04% dan 0,03%, jauh di bawah ambang batas yang dianggap berisiko.

Pencapaian ini menunjukkan bahwa strategi pembiayaan yang diterapkan Bank Aladin tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan mitigasi risiko yang kuat, di tengah ekspansi agresif di sektor perbankan syariah digital.

Dengan tren pertumbuhan pembiayaan dan DPK yang positif serta risiko yang tetap terkendali, Bank Aladin menegaskan posisinya sebagai pemain utama di segmen perbankan digital syariah nasional.

Langkah efisiensi dan strategi ekspansi yang dijalankan diyakini akan menjadi fondasi pertumbuhan berkelanjutan di masa mendatang.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Tinggalkan Balasan