JAKARTA, BursaNusantara.com – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) merilis laporan keuangan tahun 2024 dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 38,73 triliun. Angka ini mengalami penurunan 7,98% secara tahunan (year-on-year/YoY). Meski demikian, laba bersih kuartal IV-2024 melonjak 62% secara kuartalan (quarter-on-quarter/ QoQ), mencerminkan ketahanan bisnis perusahaan di tengah tantangan ekonomi.
Kinerja Keuangan 2024
AKRA melaporkan bahwa mayoritas pendapatan berasal dari segmen bisnis perdagangan dan distribusi yang mencapai Rp 35,53 triliun. Namun, kinerja ini terdampak oleh beberapa faktor eksternal.
Faktor Penurunan Pendapatan
- Normalisasi harga jual rata-rata
- Gangguan cuaca di sektor pertambangan
- Kondisi ekonomi makro yang menantang
Meski pendapatan menurun, volume penjualan minyak bumi dan bahan kimia tetap stabil, menunjukkan daya tahan operasional AKRA di tengah fluktuasi pasar.
Pertumbuhan di Segmen Lain
- Pendapatan kawasan industri: Rp 1,38 triliun, didukung oleh penjualan lahan 38 hektare.
- Pendapatan utilitas: Meningkat 296% YoY menjadi Rp 318 miliar akibat peningkatan aktivitas tenant.
- Pendapatan pelabuhan: Tumbuh 34,5% YoY menjadi Rp 46,5 miliar karena peningkatan tingkat aktivitas.
Laba Bersih dan Proyeksi 2025
Hingga akhir 2024, laba bersih AKRA mencapai Rp 2,23 triliun, turun 19,78% YoY. Namun, laba bersih kuartal IV-2024 mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 62% QoQ menjadi Rp 756 miliar.
Direktur Utama AKRA, Haryanto Adikoesoemo, menyatakan bahwa pertumbuhan laba di kuartal IV menunjukkan ketahanan model bisnis perusahaan. “Posisi keuangan yang solid dan arus kas yang kuat menempatkan kami dalam posisi yang baik untuk pertumbuhan berkelanjutan pada 2025,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima pada Rabu (19/3).
Proyeksi 2025
- Ekspektasi laba bersih: Rp 2,4 triliun – Rp 2,6 triliun.
- Peningkatan laba bruto: 5%-7% dari perdagangan dan distribusi.
- Target penjualan lahan: 100 hektare di JIIPE, didukung minat investor domestik dan internasional.
- Peningkatan pendapatan utilitas: Seiring ekspansi penyewa di JIIPE.
- Ekspansi bahan bakar ritel: Penambahan SPBU untuk memperkuat jaringan distribusi.
- Efisiensi modal kerja: Mempertahankan siklus konversi kas hanya 2 hari.
Dengan strategi ekspansi dan efisiensi yang diterapkan, AKRA optimis dapat mempertahankan pertumbuhan positif di 2025, meskipun masih ada tantangan dari kondisi ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.









