Dilema BBRI: Kredit Tembus Target di Tengah Tekanan Laba, Dividen Tetap Gas Pol!
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menunjukkan wajah ganda pada laporan kinerja hingga November 2025. Di satu sisi, bank spesialis segmen UMKM ini berhasil membuktikan taringnya dengan memacu penyaluran kredit hingga kembali ke jalur target manajemen. Namun di sisi lain, strategi “bersih-bersih” neraca melalui pencadangan jumbo membuat laba bersih harus rela terkoreksi.
Kredit Kembali ke Jalur Target: Sinyal Ekspansi Mikro
Untuk pertama kalinya sepanjang tahun 2025, penyaluran kredit BRI berhasil menembus rentang target 7-9%. Hingga November 2025, total kredit yang disalurkan mencapai Rp1.306,53 triliun, tumbuh 7,16% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Keberhasilan ini dibarengi dengan efisiensi pada struktur pendanaan. BRI secara sengaja mengurangi porsi deposito sebesar 6,45% dan beralih ke dana murah (CASA) yang kini mendominasi hingga 69,57%. Langkah cerdas ini sukses menekan beban bunga turun 1,38%, memberikan ruang bagi Net Interest Margin (NIM) untuk mulai pulih secara bulanan.
Laba Terkoreksi: Strategi Konservatif demi Masa Depan
Secara akumulatif (11M25), laba bersih BRI tercatat sebesar Rp45,44 triliun, turun 9,12% (yoy). Penurunan ini bukan tanpa alasan; manajemen tetap konsisten menerapkan kebijakan provisi (pencadangan) yang besar guna mengantisipasi risiko kredit di masa depan.
“Bank masih melakukan pembersihan neraca (balance sheet cleaning). Meski laba tertekan, fundamental kami justru semakin solid dengan tingkat likuiditas (LDR) yang sangat sehat di level 84,97% hingga 85,52%,” tulis ringkasan kinerja perusahaan.
Manjakan Investor: Dividen Interim Rp137 Per Saham
Kabar yang paling dinanti pelaku pasar adalah komitmen dividen. Meskipun profitabilitas sedang diuji, BRI tetap royal membagikan dividen interim sebesar Rp137 per saham. Strategi ini merupakan pesan kuat dari manajemen kepada pemegang saham bahwa posisi modal perusahaan tetap tebal dan stabil.
Catat Tanggal Pentingnya:
- Ex-Dividend (Pasar Reguler & Negosiasi): 29 Desember 2025.
Dengan struktur dana murah yang semakin kuat dan pertumbuhan kredit yang sudah on-track, BRI diproyeksikan memiliki fondasi yang jauh lebih kokoh untuk melakukan rebound kinerja pada tahun 2026.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.










