Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Fantastis: Strategi "Jepang" & Proyek Antasari Jadi Kunci
JAKARTA – PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP), atau yang lebih dikenal sebagai Paradise Indonesia, bersiap menutup buku tahun 2025 dengan catatan emas.
Emiten pengembang properti ikonik ini sukses mencetak pertumbuhan dobel digit, didorong oleh akselerasi penjualan unit hunian dan strategi investasi yang agresif.
Keuntungan Jumbo dari Kemitraan Strategis
Direktur Utama Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo, mengungkapkan bahwa salah satu mesin pertumbuhan utama tahun ini adalah keberhasilan investasi melalui kemitraan strategis.
Manuver joint venture bersama Hankyu Hanshin Properties dari Jepang untuk pengembangan kawasan komersial di Bali terbukti sangat jitu.
Langkah ini menyumbang keuntungan investasi yang masif, yakni sebesar Rp500 miliar hanya pada kuartal I-2025. Hal ini mempertegas posisi INPP sebagai pengembang yang dipercaya oleh investor internasional kelas kakap.
Antasari Place: Magnet Utama Penjualan
Di sektor real estat, proyek Antasari Place menjadi primadona. Hingga September 2025, INPP berhasil memasarkan 80% unit dari total kapasitas.
Proyek ini bukan sekadar hunian, melainkan konsep mixed-use yang mengintegrasikan fasilitas komersial seperti pusat perbelanjaan dan serviced apartment.
Pencapaian ini tercermin pada laporan keuangan kuartal III-2025, di mana perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp1,31 triliun, melonjak 49,8% secara tahunan (YoY). Sementara itu, laba bersih meroket ke angka Rp493,9 miliar.
Ekspansi 2026: Menatap Semarang dan Balikpapan
Menatap tahun 2026, Paradise Indonesia tidak menunjukkan tanda-tanda pengereman. Perusahaan telah menyusun peta jalan ekspansi yang ambisius:
- Pengembangan Semarang: Fokus pada pengembangan proyek komersial baru untuk menangkap potensi pasar di Jawa Tengah.
- Peluang Balikpapan: Melirik potensi pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan IKN dengan rencana ekspansi portofolio.
- Optimalisasi Aset: Melanjutkan perluasan 23 Paskal Shopping Center di Bandung untuk memenuhi permintaan ruang komersial yang terus tinggi.
“Keberhasilan di 2025 adalah buah dari eksekusi rencana strategis dan penyelesaian proyek yang tepat waktu. Fokus kami di 2026 adalah menjaga profitabilitas konsisten melalui peningkatan kualitas aset di seluruh Indonesia,” tegas Anthony P. Susilo.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


