Geser Kebawah
BisnisE-Commerce

Kinerja Saham BUKA: Laba Rp3,1 T dan EBITDA Balik Positif

10
×

Kinerja Saham BUKA: Laba Rp3,1 T dan EBITDA Balik Positif

Sebarkan artikel ini
Kinerja Saham BUKA Laba Rp3,1 T dan EBITDA Balik Positif
BUKA catat laba Rp3,14 triliun pada 2025 dengan EBITDA positif Rp62 miliar. Cermati rincian segmen gaming dan cadangan kas Rp17,8 T di sini. Simak laporannya.

Transformasi Bisnis Mendorong Pertumbuhan Pendapatan 46 Persen

JAKARTA, BursaNusantara.com – Kepercayaan pasar terhadap keberlanjutan model bisnis sektor teknologi kini sedang diuji menyusul pergeseran drastis strategi dari sekadar pertumbuhan volume menjadi profitabilitas nyata.

Fenomena “bakar uang” yang selama ini identik dengan emiten platform digital mulai tergantikan oleh struktur keuangan yang jauh lebih sehat dan berkelanjutan.

Berdasarkan laporan tahunan 2025, PT BUKALAPAK.com Tbk (BUKA) mencatatkan pertumbuhan bisnis solid dengan pendapatan tahunan dan tingkat profitabilitas yang meningkat secara signifikan.

Pendapatan perseroan tumbuh 46 persen menjadi Rp6,5 triliun pada tahun lalu sebagai dampak langsung dari transformasi dan perluasan skala bisnis perusahaan.

Menurut keterangan resmi pada Jumat (13/3/2026), performa kuartal keempat yang membukukan pendapatan Rp1,8 triliun menjadi motor penggerak utama pertumbuhan di seluruh segmen.

Direktur BUKA, Victor Putra Lesmana, menyatakan bahwa tahun 2025 merupakan momen penting dalam memperkuat fondasi perusahaan untuk memberikan nilai jangka panjang kepada seluruh pemangku kepentingan.

Dominasi Segmen Gaming dan Pemberdayaan UMKM Digital

Sektor hiburan digital melalui segmen Gaming muncul sebagai kontributor terbesar terhadap pendapatan perseroan pada periode kuartal keempat tahun lalu.

Gaming marketplace seperti Itemku dan Lapakgaming menyumbang pendapatan sebesar Rp1,5 triliun atau tumbuh 8 persen secara kuartalan didorong efektivitas strategi pemasaran.

Peningkatan aktivitas transaksi di akhir tahun turut memperkuat posisi dominan segmen ini dalam struktur pendapatan keseluruhan perusahaan.

Sementara itu, segmen Mitra Bukalapak yang fokus pada pemberdayaan UMKM mencatatkan kenaikan pendapatan 12 persen secara kuartalan menjadi Rp191 miliar.

Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya permintaan produk virtual seperti in-game currency serta voucher isi ulang permainan di kalangan pengguna UMKM.

Unit bisnis lain seperti segmen Investment melalui B-Money menyumbang Rp25 miliar, sedangkan segmen Retail berkontribusi Rp74 miliar melalui optimalisasi perputaran stok.

Membedah Realitas Laba Bersih dan Fleksibilitas Modal

Pencapaian paling krusial terlihat pada posisi EBITDA yang disesuaikan (Adjusted EBITDA) yang berhasil berbalik positif menjadi Rp62 miliar pada akhir 2025.

Angka ini menunjukkan perbaikan drastis dibandingkan performa akhir tahun 2024 yang masih mencatatkan nilai negatif sebesar Rp340 miliar.

Laba bersih perseroan secara keseluruhan menyentuh angka Rp3,14 triliun sepanjang tahun 2025 berdasarkan standar pencatatan akuntansi yang berlaku.

Perseroan menjelaskan bahwa lonjakan laba tersebut terutama dipicu oleh penyesuaian nilai saham yang menjadi portofolio investasi dalam pembukuan perusahaan.

Kekuatan neraca perusahaan saat ini didukung oleh cadangan kas, setara kas, serta investasi likuid yang mencapai angka Rp17,8 triliun.

Besarnya likuiditas tersebut memberikan fleksibilitas modal bagi manajemen untuk mengeksekusi inovasi produk dan menangkap peluang baru di pasar yang terus berkembang.

Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan