Geser Kebawah
PasarSaham

Kinerja SIDO Melonjak 23% di 2024, Targetkan Pertumbuhan Dua Digit di 2025

121
×

Kinerja SIDO Melonjak 23% di 2024, Targetkan Pertumbuhan Dua Digit di 2025

Sebarkan artikel ini
Kinerja SIDO Melonjak 23% di 2024, Targetkan Pertumbuhan Dua Digit di 2025
PT Sido Muncul (SIDO) mencatat laba bersih Rp 1,17 triliun pada 2024, tumbuh 23% YoY. Perusahaan menargetkan pertumbuhan dua digit di 2025.

Laba Bersih dan Pendapatan Menguat

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) membukukan kinerja keuangan yang mengesankan sepanjang tahun 2024. Berdasarkan keterbukaan informasi pada Kamis (6/3), SIDO mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,17 triliun, meningkat 23,18% year on year (YoY) dibandingkan dengan Rp 950,64 miliar pada 2023.

Dari sisi pendapatan, SIDO membukukan penjualan sebesar Rp 3,91 triliun, naik 9,9% dari Rp 3,56 triliun di tahun sebelumnya. Kinerja positif ini didorong oleh pertumbuhan di seluruh segmen bisnisnya, khususnya herbal, makanan, dan farmasi.

Sponsor
Iklan

Segmen Bisnis Tumbuh Signifikan

Kinerja Penjualan Per Segmen

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, Ekky Topan, menyebut bahwa pertumbuhan penjualan SIDO didukung oleh peningkatan kinerja di berbagai segmen:

  • Herbal dan suplemen: Naik 6% YoY.
  • Makanan dan minuman: Meningkat 18% YoY.
  • Farmasi: Bertumbuh 10% YoY.

Selain itu, marjin laba bruto SIDO meningkat menjadi 59%, mencerminkan efisiensi operasional serta pengurangan biaya bahan baku di segmen makanan dan minuman. Kenaikan ini menunjukkan efektivitas strategi manajemen dalam mengoptimalkan biaya produksi sekaligus mempertahankan daya saing harga di pasar domestik maupun ekspor.

Pendorong Pertumbuhan dan Efisiensi Operasional

Efisiensi operasional yang diterapkan SIDO juga berkontribusi terhadap peningkatan kinerja. Dengan adanya optimalisasi rantai pasok dan pengurangan biaya bahan baku, SIDO berhasil menjaga tingkat profitabilitas yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Manajemen juga memanfaatkan skala ekonomi untuk mempercepat proses produksi dan distribusi.

Prospek SIDO di 2025: Target Pertumbuhan Dua Digit

Ekky Topan menyatakan bahwa manajemen SIDO menargetkan pertumbuhan kinerja dua digit pada 2025, dengan minimal 10% peningkatan baik dalam pendapatan maupun laba bersih. Strategi utama yang akan diterapkan meliputi:

  • Ekspansi pasar domestik dan ekspor ke negara-negara dengan potensi pertumbuhan tinggi.
  • Pengembangan produk minuman dan suplemen herbal yang menyesuaikan dengan preferensi generasi Z dan milenial.
  • Peningkatan penetrasi pasar melalui kerja sama dengan distributor dan platform e-commerce.

Dengan strategi ini, SIDO optimis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan yang positif dan meningkatkan daya saing di industri jamu dan farmasi nasional.

Rekomendasi Saham SIDO

Ekky merekomendasikan entry saham SIDO pada area Rp 550-Rp 580 per saham, dengan target jual di kisaran Rp 700-Rp 730 per saham. Valuasi ini mencerminkan prospek pertumbuhan yang stabil serta fundamental perusahaan yang solid.

Lead Investment Analyst Stockbit, Edi Chandren, juga menyoroti kinerja keuangan SIDO pada kuartal IV-2024 yang mencatat laba bersih Rp 393 miliar, naik 8% YoY dan melonjak 132% quarter on quarter (QoQ). Hasil ini membawa laba bersih tahunan SIDO mencapai Rp 1,17 triliun atau naik 23% YoY, sedikit di atas ekspektasi konsensus.

Reinvestasi dan Dampaknya Terhadap Profitabilitas

Pendapatan dari segmen utama SIDO, yakni herbal, kembali tumbuh menjadi Rp 943 miliar, naik 6% YoY dan tumbuh 118% QoQ setelah sempat mengalami penurunan -4% YoY pada kuartal III-2024. Hal ini berkontribusi pada pertumbuhan total pendapatan SIDO sebesar 10% YoY di tahun 2024, sesuai dengan target manajemen.

Edi juga mencatat bahwa SIDO melakukan reinvestasi laba kotor pada kuartal IV-2024. Pengeluaran untuk aktivitas pemasaran dan promosi (A&P) meningkat menjadi Rp 188 miliar, menyebabkan rasio A&P terhadap pendapatan naik dari 10,9% pada 2023 menjadi 11,7% di 2024. Akibatnya, total opex naik ke level Rp 308 miliar, sementara laba usaha inti (core operating profit) tetap stabil di Rp 505 miliar.

Meskipun demikian, laba usaha inti sepanjang tahun 2024 masih tumbuh solid sebesar 19% YoY menjadi Rp 1,47 triliun, dengan EBIT meningkat 24% YoY. Efisiensi operasional yang diterapkan SIDO memungkinkan perusahaan untuk mempertahankan pertumbuhan laba meskipun terdapat peningkatan pengeluaran operasional.

Optimisme Pasar dan Target Ke Depan

Manajemen SIDO optimis terhadap prospek 2025, dengan target pertumbuhan pendapatan dan laba bersih masing-masing sebesar 10% YoY. Target ini lebih tinggi dibandingkan ekspektasi konsensus yang memperkirakan pertumbuhan sekitar 8% YoY.

Dengan fundamental yang kuat, ekspansi pasar, dan strategi reinvestasi yang tepat, SIDO berpeluang mempertahankan momentum positifnya di tahun mendatang. Keunggulan kompetitif dalam produk herbal dan minuman suplemen juga menjadi faktor utama yang dapat mendorong pertumbuhan lebih lanjut.

Sejumlah analis tetap memberikan outlook positif terhadap SIDO, didukung oleh diversifikasi produk, penetrasi pasar yang luas, serta kemampuan adaptasi terhadap tren konsumen yang terus berkembang. Oleh karena itu, saham SIDO dipandang sebagai salah satu pilihan investasi menarik di sektor farmasi dan konsumen pada tahun 2025.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.