Internasional

Kisah Korban Selamat di Kursi 11A Saat Air India Jatuh

120
Air India Jatuh di Ahmedabad, 200 Tewas dan Satu Selamat
Tragedi Air India tujuan London jatuh di Ahmedabad menewaskan lebih dari 200 orang. Satu korban selamat ditemukan duduk di kursi 11A.

Kisah Kursi 11A: Selamat di Tengah Ratusan Jenazah

JAKARTA, BursaNusantara.com – Lebih dari 200 jenazah ditemukan setelah pesawat Air India yang hendak menuju London jatuh tragis di wilayah Ahmedabad, India.

Seorang penumpang berhasil selamat dari kecelakaan maut tersebut.

Pihak kepolisian India mengonfirmasi bahwa korban selamat diketahui duduk di kursi 11A saat insiden terjadi.

Sementara itu, lebih dari 50 penumpang lain mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.

Korban Selamat Beri Kesaksian dari Ranjang Rumah Sakit

Identitas korban selamat telah dipastikan sebagai Ramesh Viswashkumar, pria berusia 40 tahun.

Ia berhasil bertahan hidup dan memberikan kesaksian dramatis kepada media lokal dari ranjang rumah sakitnya.

Dalam wawancara eksklusif dengan Hindustan Times, Ramesh menggambarkan detik-detik mencekam sesaat setelah pesawat lepas landas.

“Tiga puluh detik setelah lepas landas, terdengar suara keras, lalu pesawat jatuh,” ungkapnya.

Ramesh menunjukkan boarding pass miliknya kepada awak media sebagai bukti bahwa ia duduk di kursi 11A.

Ia mengaku sempat kehilangan kesadaran beberapa saat setelah benturan keras terjadi.

Suasana Mencekam dan Upaya Bertahan Hidup

Saat siuman, ia menyaksikan kondisi mengenaskan di sekitarnya. “Saya sangat ketakutan. Saya langsung berdiri dan berlari.

Puing-puing pesawat berserakan di mana-mana,” ujarnya sambil mengingat kekacauan yang melanda tempat kejadian.

Menurut penuturannya, seseorang membantu menariknya keluar dari reruntuhan dan mengantarnya ke rumah sakit menggunakan ambulans.

Ia bersyukur masih hidup, meskipun trauma mendalam masih membekas kuat.

Harapan Temukan Anggota Keluarga yang Hilang

Ramesh juga mengungkapkan bahwa ia bepergian bersama saudara kandungnya, Ajay, yang duduk di baris berbeda dalam penerbangan tersebut.

Hingga kini, keberadaan Ajay belum diketahui.

“Dia bepergian bersama saya, tapi saya tidak bisa menemukannya. Tolong bantu saya mencarinya,” pintanya penuh harap kepada publik dan pihak berwenang yang masih melakukan pencarian korban.

Penyelidikan dan Upaya Penyelamatan Masih Berlangsung

Perwira polisi senior Vidhi Chaudhary menyatakan bahwa investigasi menyeluruh masih berlangsung untuk mengungkap penyebab kecelakaan.

Tim evakuasi terus menyisir lokasi jatuhnya pesawat guna mencari korban yang mungkin masih hidup.

Chaudhary menyebutkan bahwa kondisi cuaca dan teknis menjadi dua aspek utama yang tengah didalami oleh otoritas penerbangan dan kepolisian.

Dukungan Psikologis dan Penanganan Medis Diperkuat

Otoritas kesehatan di Ahmedabad telah mengerahkan tim trauma healing bagi para korban luka dan keluarga korban jiwa.

Sementara itu, rumah sakit setempat dalam status siaga penuh menangani lonjakan pasien pasca-insiden.

Pemerintah India dikabarkan akan segera menggelar konferensi pers terkait insiden ini.

Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, mengingat kondisi darurat dan sensitivitas tragedi.

Kecelakaan Terburuk Air India dalam Satu Dekade

Kecelakaan ini disebut-sebut sebagai salah satu insiden penerbangan paling mematikan dalam sejarah Air India satu dekade terakhir.

Meskipun belum ada pernyataan resmi dari maskapai, publik menantikan tanggapan dan klarifikasi dari manajemen perusahaan.

Tragedi ini membuka kembali luka lama dunia penerbangan India yang sebelumnya pernah mengalami kecelakaan fatal, dan kini kembali harus menghadapi duka yang mendalam.

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version