JAKARTA, BursaNusantara.com – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan bahwa sepanjang tahun 2024, klaim kesehatan asuransi jiwa mengalami kenaikan sebesar 16,4% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 24,18 triliun. Meskipun masih meningkat, tren pertumbuhan klaim kesehatan tahun ini lebih terkendali dibandingkan dengan kenaikan 24,6% pada 2023.
Respons Industri terhadap Tren Kenaikan Klaim
Head of Customer and Marketing MSIG Life, Lukman Auliadi, mengungkapkan bahwa kondisi klaim kesehatan di MSIG Life tetap dalam batas yang wajar. Perusahaan telah membayarkan klaim kesehatan sebesar Rp 117 miliar hingga Februari 2025.
Sementara itu, total pendapatan premi asuransi kesehatan MSIG Life mencatat kenaikan signifikan sebesar 43,8% hingga Februari 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lukman menjelaskan bahwa strategi utama perusahaan dalam menjaga pertumbuhan klaim kesehatan adalah dengan memastikan ketahanan finansial nasabah sehingga mereka dapat memenuhi kewajiban sesuai dengan polis yang berlaku.
Strategi Penguatan Industri Asuransi Kesehatan
MSIG Life terus melakukan inovasi dan kolaborasi untuk menciptakan produk dan layanan yang memberikan ketenangan finansial bagi masyarakat. Perusahaan juga mendukung inisiatif pemerintah dalam memperkuat industri asuransi kesehatan melalui pertukaran data dan kerja sama antar perusahaan asuransi. Langkah ini bertujuan menciptakan sistem yang lebih sehat serta memastikan premi lebih terjangkau dan adil bagi seluruh nasabah.
Menurut Lukman, meningkatnya klaim kesehatan asuransi jiwa disebabkan oleh kesadaran masyarakat yang semakin tinggi terhadap pentingnya asuransi kesehatan. Selain itu, inflasi medis dan perkembangan teknologi kesehatan turut meningkatkan kebutuhan layanan medis serta jumlah klaim.
Optimisme Industri di Tengah Tantangan Biaya Kesehatan
Presiden Direktur & CEO BCA Life, Eva Agrayani, menyatakan bahwa meskipun biaya rumah sakit semakin meningkat, kinerja asuransi kesehatan BCA Life tetap terjaga. Perusahaan terus menyesuaikan strategi pemasaran produk dengan kondisi pasar dan kebutuhan perlindungan nasabah.
Setiap produk yang dikembangkan telah melalui perhitungan risiko yang matang. Namun, mengingat lonjakan biaya rumah sakit, BCA Life lebih selektif dalam menerima nasabah dengan mempertimbangkan profil risiko mereka. Langkah ini bertujuan agar setiap produk tetap memberikan manfaat maksimal dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Prospek Asuransi Kesehatan di 2025
Memasuki tahun 2025, BCA Life semakin optimis dan berkomitmen untuk memperluas cakupan perlindungan, termasuk di sektor asuransi kesehatan. Eva menekankan bahwa biaya rumah sakit yang terus meningkat membuat masyarakat semakin membutuhkan perlindungan finansial yang kuat.
BCA Life menerapkan prinsip kehati-hatian dalam proses underwriting dan secara berkala memantau tren klaim guna menjaga keberlanjutan bisnis. Selain itu, perusahaan juga mengedukasi nasabah mengenai pentingnya pola hidup sehat sebagai bagian dari strategi preventif.
Dalam mendukung kesehatan masyarakat, BCA Life aktif mengadakan kampanye hidup sehat, menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan mitra provider, serta memastikan kerja sama dengan penyedia layanan kesehatan yang terpercaya agar proses klaim tetap transparan dan profesional.
Pendapatan dan Klaim Asuransi BCA Life
Sepanjang 2024, pendapatan premi BCA Life mencapai Rp 1,5 triliun, mengalami penurunan sebesar 6,76% YoY. Namun, klaim dan manfaat yang dibayarkan justru turun 19,44% pada tahun yang sama. Menurut Eva, hal ini merupakan dampak positif dari strategi seleksi nasabah serta edukasi penggunaan manfaat asuransi secara bijak.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dan strategi inovatif dari pelaku industri, prospek asuransi kesehatan di Indonesia tetap optimis meskipun menghadapi tantangan dari sisi biaya medis yang terus naik.











