Sinyal Positif dari Dalam: Komisaris MDIY Pertebal Saham di Tengah Ekspansi Masif
JAKARTA – Pasar modal Indonesia menerima sinyal kepercayaan diri yang kuat dari internal PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY). Komisaris perseroan, Ong Cin Jin Adrian, baru saja melaporkan penambahan koleksi sahamnya secara signifikan melalui serangkaian transaksi di bursa.
Langkah strategis ini mencerminkan optimisme petinggi perusahaan terhadap kinerja dan masa depan emiten ritel perlengkapan rumah tangga tersebut.
Aksi borong saham ini terjadi bertepatan dengan pencapaian operasional yang luar biasa dari Mr DIY. Perusahaan baru saja meresmikan toko ke-1.200 yang berlokasi di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Kombinasi antara investasi internal dan ekspansi fisik yang agresif ini memperkuat posisi dominan MDIY dalam ekosistem ritel nasional.
Detail Transaksi Saham MDIY oleh Sang Komisaris
Ong Cin Jin Adrian mempertebal kepemilikannya melalui transaksi yang terencana dengan baik di pasar modal.
- Volume dan Nilai: Beliau membeli total 654.000 lembar saham dalam tiga hari perdagangan.
- Alokasi Dana: Transaksi ini menelan dana pribadi sebesar Rp532 juta.
- Rentang Harga: Aksi beli dilakukan pada kisaran harga Rp800 hingga Rp850 per lembar saham.
- Porsi Kepemilikan: Pasca transaksi, total kepemilikan saham sang komisaris meningkat menjadi 0,86%.
- Tujuan Investasi: Manajemen menegaskan bahwa aksi ini murni bertujuan untuk investasi pribadi dan menunjukkan kepercayaan pada kinerja internal.
Agresivitas Ekspansi Mr DIY Tembus Pelosok Negeri
Direktur Utama MDIY, Edwin Cheah, menekankan bahwa pembukaan toko ke-1.200 di Sumbawa adalah bukti nyata komitmen perusahaan.
MDIY berupaya menyediakan akses belanja yang merata di luar kota-kota besar guna mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di seluruh daerah Indonesia.
Hingga saat ini, gerai Mr DIY telah tersebar luas di 422 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Kecepatan ekspansi perusahaan terlihat sangat impresif, dengan pembukaan 46 toko baru hanya dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan sejak akhir September 2025.
Strategi harga yang kompetitif dan distribusi yang luas menjadi kunci utama MDIY dalam mempertahankan dominasi pasarnya.
Konteks Pasar: Aturan Free Float 15% OJK
Di tengah kabar positif dari MDIY, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menegaskan kebijakan batas minimum kepemilikan saham publik atau free float sebesar 15%. Aturan ini berlaku bagi seluruh emiten yang sudah melantai maupun perusahaan yang akan melakukan IPO.
Kepala Eksekutif Pengawas Modal OJK, Hasan Fauzi, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari reformasi integritas untuk meningkatkan kualitas pasar modal Indonesia sesuai standar internasional.
OJK lebih menekankan pada kualitas daripada sekadar kuantitas perusahaan tercatat. Dukungan penuh juga datang dari Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) yang menilai aturan ini akan membuat pasar lebih transparan bagi para investor dan pemangku kepentingan publik.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











