Geser Kebawah
Aksi KorporasiPasar

Konversi Utang Rp1,1 T, DEWA Siap Tingkatkan Struktur Keuangan

77
×

Konversi Utang Rp1,1 T, DEWA Siap Tingkatkan Struktur Keuangan

Sebarkan artikel ini
konversi utang rp1 t dewa siap tingkatkan struktur keuangan kompres
Darma Henwa ($DEWA) mengonversi utang Rp1,1 triliun melalui private placement 17,2 miliar saham baru seharga Rp65/lembar. Rencana ini ditujukan untuk memperbaiki struktur keuangan dan akan dibahas dalam RUPSLB Februari 2025.

Darma Henwa ($DEWA) Fokus Perbaikan Struktur Keuangan Melalui Private Placement

JAKARTA, BursaNusantara.com – Emiten tambang, Lacak seluruh pasar di TradingView

Sponsor
Iklan

(DEWA), berencana menggelar aksi korporasi berupa private placement untuk mengonversi utang sebesar Rp1,1 triliun. Aksi ini melibatkan penerbitan sekitar 17,2 miliar saham baru dengan harga Rp65 per lembar, yang jauh di bawah harga penutupan saham DEWA di bursa pada Rp111 per lembar (30/12).

Langkah ini bertujuan memperbaiki struktur keuangan perseroan, dengan target penurunan rasio utang terhadap ekuitas (liability-to-equity ratio) dari 1,32x menjadi 0,73x, sebagaimana tercatat pada laporan keuangan per 30 September 2024. Meski demikian, efek dilusi bagi pemegang saham existing diproyeksikan mencapai 44%.

Mitra dalam Transaksi
Dalam proses private placement ini, terdapat dua pihak utama yang akan mengambil bagian, yaitu:

  1. PT Madhani Talatah Nusantara (MTN): Kreditur dari pos utang usaha senilai Rp757 miliar.
  2. PT Andhesti Tungkas Pratama (ATP): Kreditur dari pos utang lain-lain senilai Rp358,9 miliar.

Setelah transaksi selesai, MTN dan ATP akan menguasai masing-masing 29,8% dan 14,2% saham DEWA. Sebelumnya, kedua perusahaan tersebut tidak memiliki saham di DEWA.

Analisis Aksi Korporasi
Konversi utang ini dinilai memberikan sentimen negatif jangka pendek karena harga pelaksanaan lebih rendah 41,4% dibandingkan harga pasar. Namun, dalam jangka panjang, langkah ini dianggap strategis jika mitra baru dapat menghadirkan nilai tambah bagi DEWA.

Rencana ini akan dibahas pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 13 Februari 2025.

Potensi Positif Jangka Panjang
Walaupun harga pelaksanaan yang rendah menjadi isu bagi pemegang saham existing, penurunan beban utang yang signifikan diharapkan memperkuat modal kerja dan mendukung ekspansi bisnis DEWA.

Dalam konteks ini, kehadiran mitra strategis seperti MTN dan ATP dapat membuka peluang baru dalam pengembangan bisnis, sehingga memberikan dampak positif jangka panjang bagi emiten ini.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.