Geser Kebawah
Internasional

Korsel Gandeng ASEAN: Strategi Baru Hadapi Proteksionisme AS

86
×

Korsel Gandeng ASEAN: Strategi Baru Hadapi Proteksionisme AS

Sebarkan artikel ini
korsel gandeng asean strategi baru hadapi proteksionisme as kompres
Korea Selatan perkuat kerja sama dengan ASEAN untuk menghadapi proteksionisme AS. Langkah ini jadi strategi utama di tengah perubahan perdagangan global.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Korea Selatan (Korsel) semakin mempererat hubungan dengan negara-negara anggota ASEAN sebagai respons atas kebijakan proteksionisme Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Langkah ini mencerminkan strategi Korsel untuk mempertahankan stabilitas ekonomi di tengah dinamika perdagangan global yang berubah cepat.

Sponsor
Iklan

Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korsel pada Kamis (23/1/2025) menyampaikan bahwa pihaknya akan memperluas pertukaran ekonomi dan kerja sama dengan kawasan Asia Tenggara.

Dalam pernyataan resminya, kementerian tersebut menekankan pentingnya kawasan ASEAN sebagai mitra strategis dalam menghadapi tantangan global.

“Menjadi lebih penting dari sebelumnya untuk memperluas kerja sama ekonomi berorientasi masa depan dengan kawasan ASEAN, area utama di Global Selatan,” ujar Wakil Menteri Perdagangan Korsel, Park Jong-won, seperti dilaporkan oleh kantor berita Yonhap.

Kebijakan ini muncul setelah pemerintahan AS yang baru mengindikasikan langkah-langkah proteksionis melalui kebijakan perdagangan “America First”. Kebijakan tersebut mencakup peninjauan ulang perjanjian perdagangan yang dapat memengaruhi ekspor Korsel ke AS, menciptakan tantangan baru bagi sektor bisnis Korea.

Hingga saat ini, hampir 4.000 perusahaan Korsel telah beroperasi di 10 negara anggota ASEAN. Dengan kekuatan ekonomi dan pasar ASEAN yang terus berkembang, Korsel melihat peluang besar untuk mengamankan stabilitas bisnis di kawasan tersebut.

Dalam forum bersama para pakar perdagangan yang digelar baru-baru ini, Kementerian Perdagangan Korsel menegaskan akan mengambil langkah proaktif dalam mendorong koordinasi antarpemerintah. Tujuannya adalah memastikan keberlangsungan operasi bisnis perusahaan-perusahaan Korea di tengah kondisi perdagangan yang semakin proteksionis.

Perubahan Strategi Perdagangan Global

Kebijakan Donald Trump yang menandatangani memorandum terkait kebijakan “America First” menjadi sinyal bahwa AS akan lebih fokus pada kepentingan domestik. Langkah ini mendorong banyak negara, termasuk Korsel, untuk mencari alternatif mitra dagang.

ASEAN, dengan populasi besar dan perekonomian yang terus berkembang, menjadi kawasan yang strategis untuk meningkatkan kerja sama. Dari segi perdagangan, negara-negara ASEAN juga menawarkan potensi besar dalam hal diversifikasi pasar, baik untuk produk manufaktur maupun teknologi Korsel.

Dampak bagi Kawasan ASEAN

Upaya Korsel mendekat ke ASEAN diyakini tidak hanya menguntungkan perusahaan-perusahaan Korea tetapi juga negara-negara anggota ASEAN. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan transfer teknologi, investasi, serta lapangan kerja di kawasan tersebut.

Beberapa sektor yang menjadi prioritas kerja sama meliputi teknologi digital, energi terbarukan, serta pengembangan infrastruktur. Dengan mengedepankan pendekatan saling menguntungkan, Korsel dan ASEAN berpeluang membentuk aliansi ekonomi yang kuat di tengah ketidakpastian global.

Masa Depan Hubungan Ekonomi Korsel-ASEAN

Langkah proaktif Korsel ini menegaskan pentingnya diversifikasi mitra perdagangan di tengah perubahan kebijakan negara-negara besar seperti AS. Selain menjaga stabilitas ekonomi domestik, pendekatan ini juga mencerminkan upaya Korsel untuk beradaptasi dengan dinamika perdagangan global yang semakin kompleks.

Dengan terus memperkuat hubungan dengan ASEAN, Korsel berkomitmen untuk menghadirkan kerja sama ekonomi yang berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi negara lain dalam menghadapi tantangan proteksionisme global.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru