Geser Kebawah
PasarSaham

KRAS Disuspensi BEI Usai Melonjak 121%, MoU BRICS Jadi Sorotan

62
×

KRAS Disuspensi BEI Usai Melonjak 121%, MoU BRICS Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
KRAS Disuspensi BEI Usai Melonjak 121%, MoU BRICS Jadi Sorotan
Saham Krakatau Steel (KRAS) dihentikan sementara perdagangannya oleh BEI usai melonjak 121%. MoU strategis di BRICS menjadi faktor kunci perhatian investor.

BEI Hentikan Perdagangan Saham KRAS Usai Lonjakan Drastis

JAKARTA, BursaNusantara.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menyetop perdagangan saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) sejak sesi I pada Senin, 7 Juli 2025.

Penghentian ini dilakukan menyusul lonjakan harga saham yang dianggap tak wajar oleh regulator pasar.

Sponsor
Iklan

Saham KRAS ditutup melesat 16,30% ke level Rp314 pada Jumat, 4 Juli 2025.

Kenaikan tersebut menambah daftar reli harga KRAS dalam sebulan terakhir yang tercatat telah naik hingga 121,13%.

BEI menyampaikan bahwa suspensi akan berlaku sampai adanya pengumuman lebih lanjut.

Langkah ini adalah bentuk perlindungan terhadap investor dari potensi risiko perdagangan yang tidak wajar.

KRAS bukan pertama kali disuspensi suspensi juga terjadi pada 1 Juli lalu namun dibuka kembali keesokan harinya.

Lonjakan yang terlalu cepat sering menjadi indikasi potensi spekulasi pasar.

Di tengah gejolak harga, manajemen Krakatau Steel dijadwalkan menggelar public expose insidentil pada 11 Juli 2025.

Public expose ini dilakukan sebagai respons atas permintaan langsung dari pihak BEI.

Lonjakan Harga Picu Kecurigaan, Tapi Ada Katalis Fundamental

Reli saham KRAS tidak terjadi dalam ruang hampa ada katalis fundamental yang menyertai lonjakan tersebut.

Pada 28 Juni 2025, Krakatau Steel menandatangani nota kesepahaman (MoU) strategis di Beijing.

Kerja sama ini melibatkan dua mitra penting: Xiamen ITG Group Co Ltd asal China dan PT Dexin Steel Indonesia.

MoU diteken dalam forum BRICS Innovation Base Industry Project Matchmaking Meeting.

Forum ini diadakan sebagai platform penghubung kerja sama industri antarnegara anggota BRICS.

Indonesia yang baru bergabung sebagai anggota penuh BRICS pada awal Januari 2025 turut ambil bagian aktif.

Dalam nota kesepahaman itu, KRAS menjajaki potensi kolaborasi perdagangan baja seperti slab dan hot rolled coil.

Proyek ini mencerminkan langkah ekspansi internasional Krakatau Steel yang berani dan strategis.

Nilai Proyek Jumbo dan Cakupan Global di Balik Euforia

Nota kesepahaman yang diteken bukan kerja sama biasa nilainya masuk kategori jumbo.

Total ada 12 proyek yang ditawarkan dalam forum BRICS tersebut, dengan nilai agregat mencapai lebih dari 30 miliar Yuan atau sekitar US$4,18 miliar.

KRAS termasuk dalam daftar perusahaan Indonesia yang ikut menandatangani kesepakatan proyek tersebut.

Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan, menyebut proyek-proyek tersebut sebagai inisiatif strategis lintas negara.

Dia menekankan bahwa kolaborasi ini bukan hanya perdagangan biasa, tetapi juga integrasi teknologi dan inovasi industri.

“Kolaborasi ini bisa menjadi motor pendorong penguatan basis inovasi industri BRICS,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Pernyataan tersebut menjelaskan posisi KRAS yang tak lagi hanya sebagai pemain nasional, tapi mulai menancapkan jejak regional.

Hal ini turut memperkuat ekspektasi investor terhadap potensi kinerja jangka panjang emiten ini.

Investor Mengintip Arah Baru KRAS Pasca-BRICS

Dengan posisi strategis dalam forum BRICS dan adanya mitra global baru, investor kini menanti arah transformasi KRAS.

Banyak pihak meyakini bahwa ekspansi luar negeri akan menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan emiten baja milik negara ini.

Namun, suspensi dari BEI menunjukkan bahwa euforia pasar harus tetap dibatasi oleh kewaspadaan dan regulasi.

Regulator ingin memastikan bahwa lonjakan harga mencerminkan sentimen fundamental, bukan sekadar dorongan spekulatif.

Sementara itu, publikasi hasil public expose pada 11 Juli mendatang akan menjadi penentu arah kepercayaan pasar.

Pertemuan tersebut akan menjadi ajang klarifikasi terkait agenda kerja sama yang sudah diteken maupun arah strategis perusahaan.

Investor juga berharap akan ada penjelasan mendalam terkait potensi realisasi dan dampak keuangan dari proyek BRICS.

Bursa Menyaring Antusiasme, Publik Menanti Kepastian

Langkah suspensi memang sering menjadi sinyal kewaspadaan, namun juga menciptakan ruang untuk refleksi dan evaluasi.

Dalam kasus KRAS, suspensi menjadi ruang jeda untuk memastikan bahwa semua pihak memiliki informasi yang adil dan merata.

Pasar juga menunggu kepastian apakah kerja sama dalam BRICS ini akan segera diimplementasikan dalam kontrak bisnis konkret.

MoU berskala internasional tak selalu berujung pada kesepakatan komersial jika tidak didukung kesiapan struktural.

Namun, fakta bahwa KRAS menjadi satu dari sedikit BUMN yang tampil di panggung BRICS menunjukkan ambisi dan kapabilitasnya.

Krakatau Steel tampaknya mulai bergerak menuju korporatisasi global dengan modal jaringan diplomatik dan industri.

Ini adalah lompatan yang patut diwaspadai dan diantisipasi dengan cermat oleh seluruh pelaku pasar.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan