Geser Kebawah
BankKeuangan

Kredit Bank Amar Tumbuh 15,8%, Didorong UMKM dan Tunaiku

77
×

Kredit Bank Amar Tumbuh 15,8%, Didorong UMKM dan Tunaiku

Sebarkan artikel ini
Kredit Bank Amar Tumbuh 15,8%
Bank Amar salurkan kredit Rp3,18 triliun pada Q1/2025, naik 15,8% YoY. Fokus ke UMKM dan digital lending Tunaiku.

UMKM dan Tunaiku Topang Kinerja Kredit Bank Amar di Awal 2025

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) mencatat pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 15,8% secara tahunan (YoY) pada kuartal I tahun 2025, dengan total kredit yang disalurkan mencapai Rp3,18 triliun, meningkat dari posisi Rp2,74 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan ini didorong oleh strategi ekspansi agresif pada sektor pembiayaan mikro dan digital, yang menjadi keunggulan kompetitif Bank Amar di tengah transformasi ekonomi digital nasional.

Sponsor
Iklan

Separuh Kredit Dialirkan ke UMKM, Tunaiku Jadi Mesin Utama

Menurut Senior Vice President Finance Bank Amar, David Wirawan, sekitar 50% dari total portofolio kredit dialirkan untuk sektor UMKM. Segmen ini menjadi prioritas utama dalam strategi pertumbuhan kredit perusahaan.

Produk unggulan mereka, Tunaiku, menjadi kanal distribusi kredit terbesar. Sepanjang kuartal I/2025, aplikasi pinjaman digital ini telah menjangkau lebih dari 400.000 nasabah, dengan nilai total pengajuan mencapai Rp15 triliun. Rata-rata, aplikasi ini menerima hingga 10.000 pengajuan pinjaman per hari.

“Dengan proses digital penuh, Tunaiku terus menjadi solusi pembiayaan produktif yang inklusif dan menjangkau mereka yang sebelumnya sulit mengakses kredit formal,” ujar David, Jumat (22/5).

Risiko Tinggi, Tapi Dikendalikan

Meski menunjukkan pertumbuhan, Bank Amar masih menghadapi tantangan besar dalam hal kualitas aset. Rasio kredit bermasalah (NPL Gross) tercatat 10,89% pada kuartal I/2025, angka yang masih cukup tinggi dibandingkan rata-rata industri perbankan nasional.

Namun setelah dikompensasi dengan pencadangan yang memadai, NPL Net berhasil ditekan menjadi 1,48%. David menyebut, hal ini merupakan hasil dari penerapan strategi mitigasi risiko dan prinsip kehati-hatian yang ketat.

“Amar Bank memiliki strategi mitigasi risiko yang kuat untuk pertumbuhan kredit yang sehat, namun tetap dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian,” tambahnya.

Siap Sesuaikan Suku Bunga, Fokus Tetap UMKM

Dengan tren penurunan suku bunga acuan nasional dan permintaan yang tinggi dari platform Tunaiku, Bank Amar membuka peluang penyesuaian pricing (bunga kredit) di masa mendatang. Ini dilakukan sambil tetap menjaga struktur biaya dana dan manajemen risiko yang sehat.

Per kuartal I/2025, Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Amar tercatat sangat tinggi di angka 235%, menunjukkan dorongan ekspansi kredit yang jauh melebihi pertumbuhan dana pihak ketiga.

Pihak manajemen optimis pertumbuhan dua digit akan kembali tercapai hingga akhir tahun ini.

“Proyeksi tersebut sejalan dengan optimisme kami terhadap akselerasi ekonomi digital di Indonesia, serta komitmen kami untuk terus mendukung sektor UMKM,” tutup David.

Analisa Saham AMAR

Menurut Mohamad Ali, Analis Pasar Saham Senior di BursaNusantara.com, saham AMAR menunjukkan tren teknikal konsolidasi naik setelah reli moderat sejak awal April 2025. Harga saat ini berada di level Rp171, ditutup stagnan pada Jumat (23/5).

“Saham AMAR terlihat menjaga momentumnya di atas MA-21 dan MA-14, mengindikasikan kecenderungan uptrend jangka pendek meski volume belum mendukung breakout kuat,” ujar Ali.

Dari sisi akumulasi distribusi, data broker menunjukkan net sell oleh investor besar, terutama broker IF (PT Indo Premier Sekuritas) dan ES (PT Sinarmas Sekuritas), mengindikasikan distribusi di area resistensi 172–175.

Sementara itu, indikator Acc/Dist mulai melandai dan cenderung menurun, mengisyaratkan potensi koreksi teknikal pendek.

“Selama harga bertahan di atas support dinamis Rp165 dan tidak menembus Rp160, saham ini masih dalam zona aman akumulasi bagi swing trader. Namun konfirmasi breakout baru akan terjadi jika mampu menembus Rp180 disertai volume tinggi,” tambah Ali.

Dari sisi fundamental, tingginya LDR dan NPL Gross patut dicermati, meski mitigasi yang dilakukan melalui digital risk profiling dan cadangan NPL cukup progresif.

“Dengan pertumbuhan kredit dua digit dan fokus pada UMKM serta digital lending, AMAR layak dipantau sebagai saham turnaround, namun investor perlu disiplin dalam manajemen risiko teknikalnya,” tutup Ali.