Geser Kebawah
Nasional

Krisis Sampah Bali: Prabowo Siapkan Proyek USD 3,5 Miliar

128
×

Krisis Sampah Bali: Prabowo Siapkan Proyek USD 3,5 Miliar

Sebarkan artikel ini

Ancaman bagi Pariwisata: Prabowo Tegur Kepala Daerah Terkait Sampah Bali dan Targetkan Reformasi TPA 2028

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan keras kepada jajaran pemerintah daerah untuk segera menuntaskan persoalan Sampah Bali.

Dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, Presiden mengungkapkan keprihatinannya setelah mendengar keluhan langsung dari tokoh-tokoh internasional mengenai kumuhnya kawasan pantai.

Sponsor
Iklan

Masalah Sampah Bali bukan sekadar gangguan estetika, melainkan ancaman fatal bagi sektor pariwisata yang merupakan motor penggerak ekonomi nasional.

Oleh karena itu, Prabowo menginstruksikan seluruh Gubernur dan Bupati untuk turun tangan langsung membersihkan pesisir pulau dewata.

Selain itu, pemerintah memproyeksi krisis besar pada tahun 2028 ketika mayoritas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mengalami kelebihan kapasitas jika penanganan Sampah Bali tetap lambat.

Investasi USD 3,5 Miliar: Solusi Teknologi untuk Sampah Bali

Menanggapi kondisi darurat ini, pemerintah pusat mempercepat pembangunan 34 proyek Waste to Energy di berbagai titik strategis Indonesia.

Proyek raksasa ini menelan investasi total hingga USD 3,5 miliar guna mengubah limbah menjadi energi produktif. Prabowo menargetkan infrastruktur modern ini mampu mengatasi tumpukan Sampah Bali dan daerah lainnya dalam kurun waktu dua tahun ke depan.

Namun, teknologi saja tidak cukup tanpa adanya aksi nyata dari aparat dan masyarakat. Presiden memerintahkan pengerahan siswa sekolah, TNI, Polri, hingga pegawai BUMN untuk melakukan kerja bakti atau Corve secara rutin.

Akibatnya, setiap instansi wajib memastikan tidak ada lagi sampah plastik yang mencemari area publik dan destinasi wisata unggulan.

Dampak Ekonomi: Menjaga Citra Bali di Mata Dunia

Realita ekonomi menunjukkan bahwa pariwisata sangat bergantung pada kebersihan lingkungan. Prabowo menekankan bahwa wisatawan mancanegara enggan berkunjung jika kondisi Sampah Bali terus memburuk dan memenuhi garis pantai.

Penurunan minat turis akan berdampak langsung pada hilangnya lapangan kerja di sektor jasa dan perhotelan.

  • Target TPA 2028: Pemerintah mengantisipasi lumpuhnya pengolahan limbah nasional melalui pembangunan instalasi energi sampah.
  • Modernisasi 34 Titik: Investasi USD 3,5 miliar menjadi modal utama untuk membenahi manajemen Sampah Bali secara menyeluruh.
  • Kepemimpinan Pusat: Prabowo menegaskan kesiapan pemerintah pusat untuk memimpin langsung penanganan di daerah jika bupati dan gubernur tidak mampu bergerak cepat.

Oleh sebab itu, kepala daerah harus segera melakukan sinkronisasi anggaran dan kebijakan guna mendukung percepatan proyek energi bersih ini.

Reformasi Disiplin: Gerakan Bersih-Bersih Serentak

Prabowo juga menginstruksikan perubahan budaya dimulai dari lingkungan kementerian dan lembaga. Setiap menteri harus memimpin stafnya untuk membersihkan lingkungan kantor selama 30 menit setiap pagi sebelum bekerja.

Langkah ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa persoalan Sampah Bali dan limbah nasional adalah tanggung jawab bersama.

Jadi, upaya penyelamatan ekonomi pariwisata kini berfokus pada eksekusi cepat investasi 34 proyek energi. Masyarakat kini menanti langkah nyata dari pemerintah daerah dalam membenahi Sampah Bali agar martabat pariwisata Indonesia kembali pulih di mata internasional.